Bacatrend, Surabaya – Lazio memastikan langkah ke final Coppa Italia 2026 setelah menyingkirkan Atalanta lewat drama adu penalti dengan skor 2-1 pada laga semifinal di Stadion Gewiss, Bergamo, Kamis (23/4) pagi WIB. Pertandingan berlangsung ketat hingga babak tambahan waktu, dengan skor imbang 1-1 yang membuat agregat menjadi 3-3 setelah leg pertama berakhir 2-2 di Roma.

Lazio unggul lebih dulu melalui gol Alessio Romagnoli pada menit ke-84 setelah memanfaatkan umpan sepak pojok dari Mattia Zaccagni. Namun, keunggulan itu hanya bertahan dua menit karena Mario Pasalic berhasil menyamakan kedudukan untuk Atalanta lewat kerja sama dengan Nikola Krstovic.

Sejak awal laga, Atalanta tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 65 persen. Mereka menciptakan sejumlah peluang berbahaya, termasuk tembakan Nicola Zalewski yang digagalkan oleh kiper muda Lazio, Edoardo Motta, yang tampil impresif sepanjang pertandingan. Lazio lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat melalui Gustav Isaksen dan Luis Alberto, namun pertahanan Atalanta cukup disiplin hingga waktu normal berakhir.

Pertandingan berlanjut ke babak tambahan, tetapi kedua tim gagal menambah gol. Penentuan pemenang akhirnya dilakukan lewat adu penalti. Di babak ini, Edoardo Motta menjadi pahlawan Lazio setelah menepis empat dari lima tendangan pemain Atalanta. Hanya Giacomo Raspadori yang berhasil mencetak gol untuk tuan rumah. Sementara dari kubu Lazio, Kenneth Taylor dan Gustav Isaksen sukses menjalankan tugasnya, memastikan kemenangan 2-1 dalam adu penalti.









Kemenangan ini membawa Lazio ke final Coppa Italia untuk pertama kalinya sejak 2019. Mereka akan menghadapi Inter Milan di Stadion Olimpico, Roma, pada 13 Mei 2026. Inter sebelumnya lolos ke final setelah menyingkirkan Como dengan agregat 3-2.

Pelatih Lazio Maurizio Sarri memuji mentalitas timnya yang tetap fokus hingga akhir. “Kami menunjukkan karakter dan ketenangan dalam momen paling sulit,” ujarnya usai laga. Final nanti diprediksi menjadi duel menarik antara dua tim dengan gaya berbeda—Inter yang kuat secara fisik dan taktis, melawan Lazio yang mengandalkan kecepatan serta kreativitas lini tengah.