Bacatrend, KEDIRI – Mantan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin memastikan pertemuan antara Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, berlangsung damai dan menghasilkan kesepakatan penting.

Ma’ruf Amin mengatakan, kedua pimpinan tertinggi PBNU tersebut sepakat menjadikan penyelenggaraan muktamar sebagai jalan keluar utama untuk menyelesaikan dinamika internal yang sempat terjadi di tubuh organisasi.

“Pertemuan berjalan baik dan damai. Ujungnya ada kesepakatan untuk menyelenggarakan muktamar sebagai solusi bersama,” kata Ma’ruf Amin.

Menurut Ma’ruf, muktamar merupakan mekanisme konstitusional tertinggi di NU yang dapat menyelesaikan perbedaan pandangan secara demokratis dan bermartabat. Kesepakatan ini dinilai mampu meredam ketegangan serta menjaga persatuan jam’iyah Nahdlatul Ulama.









Pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo tersebut menjadi titik balik proses rekonsiliasi setelah sebelumnya muncul dinamika dan perbedaan sikap antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Dalam pertemuan itu, kedua pihak menegaskan komitmen untuk mengedepankan musyawarah dan kepentingan organisasi di atas kepentingan lain.

Ma’ruf Amin berharap hasil pertemuan ini dapat menenangkan warga NU di seluruh Indonesia serta mengembalikan fokus organisasi pada peran keumatan, kebangsaan, dan keagamaan.

“Dengan muktamar, semua bisa diselesaikan secara baik dan tidak ada lagi konflik,” ujarnya.

PBNU selanjutnya akan mempersiapkan langkah-langkah teknis terkait penyelenggaraan muktamar sesuai dengan ketentuan organisasi.