Masih Ada 29 Gempa Letusan, Aktivitas Semeru Tetap Tinggi
Bacatrend, Lumajang – Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru mencatat dominasi gempa letusan pada Rabu (9/9/2026).
Sementara itu, status aktivitas gunung tetap berada pada Level III (Siaga).
Berdasarkan data resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), selama periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB tercatat 29 kali gempa letusan atau erupsi.
Gempa tersebut memiliki amplitudo antara 11 hingga 23 milimeter dengan durasi 56 hingga 181 detik. Selain itu, petugas juga mencatat empat kali gempa guguran dan empat kali getaran tremor harmonik.
Kondisi cuaca di sekitar puncak Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) saat itu berkabut tebal. Kondisi tersebut membuat petugas pengamatan tidak dapat melihat secara langsung asap kawah maupun kemungkinan lontaran material dari puncak.
Petugas PGA Semeru, Liswanto, kembali mengingatkan masyarakat dan pengunjung agar mematuhi batas wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona rawan bahaya.
“Semua orang dilarang mendekat ke dalam radius 5 kilometer dari kawah puncak. Wilayah itu berisiko tinggi terkena lontaran batu pijar dan material panas kapan saja,” tegasnya.
Selain itu, khusus di sektor tenggara, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Sementara itu, warga yang berada di luar radius 13 kilometer tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru wajib menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai hingga radius 17 kilometer dari puncak.
Ketentuan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi potensi perluasan awan panas guguran serta bahaya aliran lahar hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
“Khususnya saat hujan turun dengan lebat, warga di sekitar sungai harus ekstra waspada terhadap potensi datangnya lahar dingin secara mendadak,” tambah Liswanto.
PVMBG mengingatkan bahwa status Level III atau Siaga menunjukkan potensi bahaya masih nyata dan dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi tidak lengah, serta selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.
Warga dan pengunjung juga diimbau tidak memasuki wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya demi menghindari risiko yang dapat mengancam keselamatan.












Tinggalkan Balasan