Bacatrend, KEDIRI – Bukit Ongakan di Dusun Ongakan, Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, menjadi salah satu destinasi tersembunyi yang menyuguhkan panorama alam luar biasa. Letaknya yang berada di kaki Pegunungan Kelud menjadikan bukit ini memiliki suasana sejuk dan lanskap yang dramatis. Meski belum banyak diketahui wisatawan, Bukit Ongakan perlahan mulai menarik perhatian, terutama para pencinta alam dan fotografer lanskap.

Perjalanan menuju Bukit Ongakan bukanlah perjalanan biasa. Setelah menembus kawasan pedesaan dan kebun rakyat, jalur akan berubah menjadi tanjakan berbatu dengan sisi kanan dan kiri dipenuhi pepohonan hijau.

Sesampainya di puncak, pengunjung disambut oleh bentangan kabut dan hamparan bukit yang menyerupai negeri dongeng. Di pagi hari, sinar matahari yang perlahan muncul di balik horizon menciptakan siluet pepohonan yang memukau. Banyak yang menyebut tempat ini sebagai “Nepal Van Kediri” karena suasananya yang mirip desa-desa di pegunungan Himalaya.

Keindahan Bukit Ongakan terletak pada kesederhanaannya. Tidak ada bangunan permanen, kafe, atau panggung hiburan. Yang ada hanyalah udara segar, suara burung-burung hutan, dan aroma tanah yang khas. Tempat ini menawarkan ruang untuk menenangkan pikiran, menjauh sejenak dari kebisingan kota. Bagi sebagian orang, Ongakan menjadi tempat untuk melepas penat dan mengisi ulang energi.









Selain menjadi tempat favorit untuk berburu matahari terbit, Bukit Ongakan juga cocok untuk aktivitas berkemah. Pada malam hari, langitnya yang bebas polusi memperlihatkan gugusan bintang yang jarang terlihat di kota. Sementara pagi harinya, kabut tipis yang mengambang di antara pepohonan menciptakan suasana syahdu yang sulit dilupakan.

Akses menuju Bukit Ongakan masih cukup terbatas. Dari pusat Kota Kediri, perjalanan memakan waktu sekitar satu setengah jam. Beberapa kilometer terakhir berupa jalan tanah yang menanjak dan cukup licin saat hujan. Oleh karena itu, pengunjung disarankan menggunakan kendaraan roda dua atau mobil berjenis SUV. Fasilitas umum seperti toilet atau warung masih minim, sehingga pengunjung perlu membawa perlengkapan sendiri, termasuk logistik dan kantong sampah.

Meski tersembunyi, keindahan Bukit Ongakan tidak bisa disembunyikan selamanya. Sedikit demi sedikit, pengunjung yang datang membawa cerita dan gambar yang kemudian menyebar melalui media sosial. Tanpa promosi besar-besaran, bukit ini mulai dikenal karena kealamiannya. Keindahan yang bukan buatan, bukan pula dekorasi, melainkan hasil dari kesabaran alam dan waktu.

Bagi yang mencari ketenangan dan keindahan dalam satu paket, Bukit Ongakan bisa menjadi jawaban. Sebuah tempat di mana alam masih bicara dengan suara lembutnya, dan di mana manusia bisa belajar untuk diam dan menikmati keindahan tanpa syarat.