Bacatrend, Surabaya – Menikmati semangkuk es doger di siang hari yang terik adalah pengalaman yang penuh kenangan. Rasa manis dan gurih dari santan berpadu dengan segarnya tape singkong, ketan hitam, dan kelapa muda, membuat setiap suapan seolah membawa kita kembali ke masa kecil. Sirup merah yang khas menambah warna ceria, menjadikan es doger bukan sekadar pelepas dahaga, tetapi juga bagian dari tradisi kuliner Indonesia.

Asal Usul
Es doger berasal dari Cirebon, Jawa Barat, dan mulai populer di Bandung sejak tahun 1970-an. Nama “doger” diyakini berasal dari singkatan “dorong gerobak”, karena penjualnya dulu berkeliling kampung dengan gerobak. Seiring waktu, es doger berkembang menjadi ikon kuliner yang hadir di berbagai daerah, dari warung kaki lima hingga restoran modern.

Komposisi dan Cita Rasa
Es doger memiliki kuah santan yang dicampur dengan susu kental manis dan sirup merah, menghasilkan rasa manis, gurih, dan creamy. Isian khasnya meliputi:

Ketan hitam









Tape singkong

Sagu mutiara

Kelapa muda serut

Potongan roti tawar

Alpukat (opsional)

Sirup merah sebagai penambah warna dan rasa

Resep dan Cara Membuat
Bahan Kuah:

700 ml air

4 sdm krimer bubuk

40–50 g gula pasir

2 sdm susu kental manis

1/4 sdt garam

1/4 sdt vanila esens

2 lembar daun pandan

Pelengkap:

Ketan hitam matang

Tape singkong

Sagu mutiara

Kelapa muda serut

Roti tawar sobek kecil

Sirup merah

Es serut

Langkah Pembuatan:

Rebus air bersama daun pandan, gula, garam, dan vanila hingga mendidih.

Tambahkan krimer dan susu kental manis, aduk rata, lalu dinginkan.

Siapkan mangkuk atau gelas, isi dengan pelengkap.

Tuang kuah santan dingin ke atas isian.

Tambahkan es serut dan sirup merah di atasnya.

Sajikan segera dalam keadaan dingin.

Es doger bukan hanya minuman segar, tetapi juga warisan kuliner Nusantara yang mencerminkan kreativitas masyarakat dalam memadukan bahan lokal. Cocok dinikmati saat cuaca panas, sebagai takjil berbuka puasa, atau sekadar nostalgia rasa masa kecil.