Bacatrend, Surabaya – Pagi yang semula tenang di Jalan Pragoto Nomor 37, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya, mendadak pecah oleh kabar mengejutkan: seorang pria berinisial M (50) ditemukan tak bernyawa, tubuhnya berlumuran darah dengan luka tusuk di dada dan luka di kepala. Warga yang pertama kali melihat segera melapor, dan seketika aparat kepolisian bergerak cepat ke lokasi.

Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofik mengungkapkan bahwa korban memiliki hubungan kekerabatan dengan salah satu terduga pelaku.

“Jadi informasi yang kita kantongi, permasalahannya ini antara korban dengan tersangka, keterangan dari adik keluarga, ini masih ada hubungan kerabat. Dan juga informasinya memang si tersangka ini tadi malam habis tidur di rumahnya saudara,” jelasnya.

Dari keterangan saksi, tragedi ini diperkirakan terjadi antara pukul 05.00 hingga 07.00 WIB. Polisi kini menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk memastikan kronologi.









“Keterangan saksi antara jam 5 sampai jam 7. Jadi jamnya masih kita cek dari CCTV itu nanti jam berapanya,” kata Zainur.

Hasil olah TKP menunjukkan luka tusuk di dada dan sabetan di kepala. Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk autopsi.

“Lukanya ini hasil olah TKP, di dada ada sabetan atau penancapan benda tajam, dan juga di kepala. Nanti untuk lanjutnya hasil otopsi,” ujarnya.

Polisi menduga pelaku lebih dari dua orang. Barang bukti berupa pakaian dan sepatu korban telah diamankan. Sejauh ini, dua hingga tiga saksi dari kawasan rumah susun dan sekitar lokasi kejadian sudah diperiksa, dan jumlah saksi akan terus ditambah.

“Kurang lebih dua sampai tiga saksi. Nanti kita tambah lagi saksi-saksi yang lain,” kata Zainur.

Motif sementara yang beredar adalah persoalan asmara, meski kepolisian menekankan hal itu masih perlu pendalaman.

“Kabar yang kita dengar seperti itu, memang karena asmaranya itu dikhianati,” pungkasnya.

Kasus ini masih terus dikembangkan. Polisi menelusuri apakah peristiwa berdarah ini merupakan aksi pengeroyokan atau serangan terencana oleh lebih dari satu pelaku. Misteri siapa yang berada di balik tragedi ini masih menggantung, sementara warga Simolawang menunggu jawaban atas pertanyaan besar: apa sebenarnya yang melatarbelakangi pembunuhan kejam di pagi hari itu.