Bacatrend, Sidoarjo – Dalam proses pencarian korban di lokasi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, tim SAR menemukan sebuah mobil sedan hitam dalam kondisi rusak berat tertimbun puing-puing.

Kendaraan tersebut langsung diangkut menggunakan truk milik Dinas Pekerjaan Umum dan dibawa menuju kediaman pengasuh ponpes, tanpa melalui tempat pembuangan sementara seperti puing lainnya.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menegaskan bahwa fokus utama tim adalah menyelamatkan korban jiwa. “Evakuasi kendaraan bukan prioritas. Kami utamakan pencarian dan penyelamatan manusia,” ujarnya pada Minggu (5/10).

Kepala TPA Griyo Mulyo Jabon, Hajid Arif Hidayat, membenarkan bahwa mobil tersebut langsung dibawa ke rumah Kiai dan dikawal oleh para santri. Ia mengaku tidak mengetahui identitas pemilik maupun merek mobil tersebut, karena kondisinya sangat rusak dan tidak dikenali.









“Mobil itu sudah seperti kaleng penyok, bentuknya tidak karuan. Kami tidak menangani langsung karena truk PU yang mengangkutnya,” jelas Hajid.

Dari foto-foto yang beredar, mobil tersebut diduga memiliki velg mirip dengan tipe Mercedes-Benz C-Class, meski belum ada konfirmasi resmi.

Bangunan tiga lantai yang digunakan sebagai musala ambruk pada Senin, 29 September 2025, pukul 15.35 WIB, saat para santri tengah melaksanakan salat Asar berjamaah. Hingga Minggu dini hari (5/10), tercatat 141 korban telah dievakuasi: 104 selamat dan 37 meninggal dunia. Tim SAR gabungan masih mencari 26 orang yang diduga tertimbun.

Pembersihan puing kini difokuskan pada sisi utara bangunan yang terpisah dari struktur utama. Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati karena potensi runtuhan susulan masih tinggi.