Motor Diincar Maling, Unej Tarik Seluruh Mahasiswa KKN dari Lumajang!
Bacatrend, Lumajang — Universitas Jember (Unej) resmi menarik seluruh mahasiswanya dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 2025 di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Keputusan ini diambil setelah terjadi serangkaian kasus pencurian sepeda motor yang menimpa peserta KKN dalam kurun waktu kurang dari sepekan.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unej, Ali Badrudin, menyatakan bahwa insiden tersebut tidak bisa dianggap sebagai kehilangan biasa. “Modusnya cukup nekat, mulai dari menjebol tembok kantor desa hingga membobol rumah kepala desa. Ini bukan kebetulan,” ujarnya.
Tiga Kasus dalam Tiga Hari
Insiden pertama terjadi pada Rabu, 6 Agustus 2025, dini hari di Kantor Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso. Dua sepeda motor hilang, masing-masing milik mahasiswa Unej dan mahasiswi UIN KHAS Jember. Dua hari kemudian, Jumat dini hari, dua motor milik mahasiswa Unej kembali dicuri di posko KKN yang berlokasi di rumah Kepala Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh. Kasus ketiga terjadi di Desa Lempeni, saat sepeda motor warga hilang di dekat posko KKN3.
Total ada 1.070 mahasiswa Unej yang tengah menjalani KKN di Lumajang, tersebar di 102 desa. Bersama tujuh perguruan tinggi lain, termasuk UIN KHAS, UIJ, Poltekes Jember, dan STKIP Lumajang, jumlah mahasiswa yang ditarik mencapai 1.328 orang.
Respons Mahasiswa dan Masyarakat
Penarikan mendadak ini memunculkan beragam respons dari mahasiswa. Safa Faiza, mahasiswa Unej yang bertugas di Desa Padang, mengaku resah karena banyak program kerja belum selesai. “Kami sudah janji ke warga, jadi tetap lanjutkan program, tapi tidak menginap di balai desa,” ujarnya.
Sebaliknya, mahasiswa lain menilai keputusan kampus sebagai langkah bijak. “Di tempat kami tidak ada parkiran yang aman, jadi risiko memang tinggi,” kata Yunita, mahasiswa Unej lainnya.
Langkah Pencegahan dan Evaluasi
Ali Badrudin menegaskan bahwa penarikan ini hanya berlaku untuk wilayah Lumajang. KKN di daerah lain tetap berjalan sesuai jadwal. Ia berharap pemerintah kabupaten dan aparat keamanan di Lumajang dapat meningkatkan kondusivitas wilayah agar kejadian serupa tidak terulang.
Program KKN Kolaboratif ini semula dijadwalkan berlangsung hingga 20 Agustus 2025. Namun demi keamanan, seluruh peserta di Lumajang dipulangkan lebih awal2.











Tinggalkan Balasan