Nasi Bekepor, Jejak Kuliner Bangsawan Kutai yang Kini Jadi Hidangan Rakyat
Bacatrend, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah maraknya kuliner modern, Nasi Bekepor tetap bertahan sebagai salah satu warisan cita rasa khas Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Nasi gurih beraroma rempah ini bukan sekadar makanan, melainkan simbol sejarah panjang yang berakar dari tradisi kerajaan Kutai tempo dulu.
Dahulu, Nasi Bekepor hanya disajikan di lingkungan bangsawan dan keluarga kerajaan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu agung. Kini, hidangan tersebut menjadi bagian dari keseharian masyarakat, mudah ditemui di acara adat, hajatan, hingga rumah makan tradisional di Samarinda dan Tenggarong.
Ciri khas Nasi Bekepor terletak pada proses memasaknya. Beras dimasak bersama campuran daun salam, serai, dan daun pandan, dengan tambahan minyak kelapa atau samin yang memberikan tekstur lembut dan rasa gurih.
Aroma khasnya semakin kuat dengan tambahan daun kemangi serta potongan ikan asin atau ebi yang menjadi pelengkap wajib.
Menurut beberapa pelaku kuliner di Kutai Kartanegara, cara memasak Nasi Bekepor masih mempertahankan tradisi lama.
“Biasanya dimasak pakai kuali besar di atas tungku kayu bakar. Itu yang bikin aromanya lebih sedap dan punya rasa ‘tanah air’,” ujar Siti Rahmah, salah satu penjual makanan tradisional di Tenggarong, Selasa (7/10).
Dalam penyajiannya, Nasi Bekepor sering ditemani sambal raja — sambal khas Kutai yang berisi campuran terong, telur rebus, dan sayuran segar dengan kuah sambal pedas manis. Perpaduan ini menjadikan rasa Nasi Bekepor semakin kaya dan menggugah selera.
Kini, sejumlah restoran mulai menghadirkan versi modern dari hidangan ini. Beberapa menambahkan lauk ayam bakar, telur dadar, bahkan daging suwir untuk menarik selera generasi muda. Meski demikian, cita rasa otentik Nasi Bekepor dengan dominasi rempah dan gurih minyak tetap menjadi daya tarik utama.
“Nasi Bekepor itu seperti nasi liwet-nya orang Kutai, tapi dengan karakter khas Kalimantan. Rempahnya lebih berani dan gurihnya lebih terasa,” kata Chef lokal di Samarinda, M. Hadiansyah, yang kerap memperkenalkan masakan daerah ke wisatawan.
Keberadaan Nasi Bekepor kini menjadi kebanggaan masyarakat Kutai Kartanegara. Lebih dari sekadar santapan, ia merepresentasikan kekayaan budaya dan sejarah yang terus hidup di tengah arus modernisasi kuliner.
Dengan aroma rempah, gurihnya ikan asin, dan filosofi kebersamaan dalam proses memasaknya, Nasi Bekepor pantas disebut sebagai salah satu kuliner tradisional Nusantara yang tak lekang oleh waktu.











Tinggalkan Balasan