OJK Umumkan Langkah Korektif Terkait Isu MSCI, IHSG Lanjut Rebound Hari Ini?
Bacatrend, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan pada Kamis, 29 Januari 2026, setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan langkah korektif menyusul kekhawatiran MSCI terhadap transparansi pasar modal Indonesia.
Sehari sebelumnya, IHSG sempat anjlok lebih dari 8 persen dan memicu trading halt di BEI. Penurunan tajam tersebut dipicu oleh keputusan MSCI yang membekukan sementara proses review indeks saham Indonesia karena dinilai belum memenuhi standar investability dan transparansi data kepemilikan emiten.
Menanggapi situasi tersebut, OJK bersama BEI dan KSEI segera mengumumkan komitmen untuk meningkatkan kualitas data pasar, termasuk penyediaan informasi free float yang sesuai dengan standar global. Pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyatakan bahwa mekanisme lanjutan sedang dibahas untuk menjaga stabilitas pasar modal.
Langkah cepat regulator berhasil meredam kepanikan investor. IHSG ditutup di level 8.232,2 pada Kamis, hanya turun 1,06 persen dibanding hari sebelumnya. Investor asing mencatat net sell sebesar Rp4,4 triliun, namun tekanan jual mulai mereda.
Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, TLKM, dan BBRI mulai menunjukkan pemulihan, menandakan stabilisasi di sektor keuangan. Para pelaku pasar kini menanti tindak lanjut dari OJK dan BEI terkait transparansi pelaporan emiten, yang menjadi sorotan utama MSCI.
Free Float 15 Persen
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan transparansi, tata kelola, dan integritas pasar modal Indonesia agar sesuai dengan standar Morgan Stanley Capital International (MSCI).Salah satu langkah yang dilakukan OJK adalah menerapkan aturan free float saham, yaitu ketentuan tentang jumlah minimum saham perusahaan yang harus dimiliki publik dan bisa diperdagangkan di pasar.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyatakan bahwa OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) di pasar modal Indonesia sedang mempersiapkan berbagai langkah untuk meningkatkan transparansi. Ini termasuk publikasi data kepemilikan saham yang lebih komprehensif di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai Januari 2026, yang mencakup pengungkapan kepemilikan saham di atas dan di bawah 5% berdasarkan kategori investor.
Tujuan dari langkah ini adalah untuk meningkatkan kualitas informasi demi mendukung pengambilan keputusan investor. Selain itu, OJK juga berkomitmen untuk memenuhi permintaan MSCI terkait penyediaan informasi kepemilikan saham di bawah lima persen, disertai kategori investor dan struktur kepemilikan, serta memastikan bahwa semua pengungkapan mengikuti praktik terbaik internasional.
Mahendra juga menegaskan, “Kami berkomitmen untuk memenuhi seluruh penyesuaian tersebut sesuai dengan best practice internasional,” yang dikutip dari keterangan resmi. Selain itu, Mahendra menambahkan bahwa SRO pasar modal akan mengeluarkan ketentuan mengenai free float minimum sebesar 15 persen dengan penerapan transparansi yang baik.
OJK juga akan memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut, termasuk penetapan exit policy bagi emiten atau perusahaan publik yang tidak dapat memenuhi ketentuan dalam waktu yang ditentukan. Dengan langkah-langkah ini, OJK berharap dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia secara berkelanjutan.












Tinggalkan Balasan