Operasi Zebra Semeru, Pengendara Motor Paling Banyak Melanggar karena Tak Pakai Helm!
Bacatrend, Surabaya – Operasi Zebra Semeru 2025 telah menangkap berbagai jenis pelanggaran yang dilakukan leh para pengguna jalan. Berdasarkan rekaman CCTV Polda Jawa Timur, ribuan pelanggaran lalu lintas terpantau sejak 17 hingga 19 November 2025. Mayoritas pelanggaran dilakukan pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah, menegaskan bahwa operasi ini menargetkan perilaku pengendara yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Fokus utama mencakup pelanggaran marka jalan, penggunaan ponsel saat berkendara, hingga pengemudi mobil yang tidak memakai sabuk pengaman.
“Dari pantauan CCTV (Closed-Circuit Television). Terpantau jumlah pelanggar didominasi pengendara motor yang tidak menggunakan helm,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur, AKBP Septa Firmansyah.

“Selain itu juga terpantau pengendara dengan melanggar traffic light dan juga melanggar marka,” lanjutnya.
Data Polda Jatim mencatat, dalam empat hari pertama Operasi Zebra Semeru 2025, pelanggaran terbanyak adalah tidak memakai helm dengan jumlah 7.691 kasus. Disusul pelanggaran menerobos lampu merah sebanyak 2.792 kasus, serta pelanggaran marka jalan sebanyak 1.795 kasus.
Septa menjelaskan, pihaknya menyiapkan langkah antisipasi untuk menekan angka pelanggaran. Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim mengaktifkan sistem MQR (Mahameru Quick Response) guna memantau titik rawan kecelakaan, baik di lokasi kemacetan maupun kawasan yang sering terjadi kecelakaan.
“Selain itu kita juga akan memperbanyak menempatkan anggota lalu lintas di jalan dengan cara menempatkan di persimpangan persimpangan dan juga berpatroli,” tegas dia.
“Sehingga kita memperbanyak gelaran anggota di lapangan guna mengantisipasi terjadinya pelanggaran walaupun masih ada masyarakat yang melanggar. Meski tidak terpantau CCTV kita akan lakukan teguran dengan cara simpati,” pungkasnya.











Tinggalkan Balasan