Bacatrend, Madinah – Penyelenggaraan operasional ibadah haji 1446 Hijriah secara resmi ditutup pada 11 Juli 2025, bertepatan dengan kepulangan kelompok terbang (kloter) terakhir jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Tanah Air.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah jemaah yang belum bisa dipulangkan karena tengah menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit di Arab Saudi.

Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Nasrullah Jasam, menyampaikan bahwa pendampingan terhadap jemaah yang sakit tetap menjadi prioritas pihaknya.

“Pasca berakhirnya operasional haji tahun ini, tercatat ada 40 jemaah Indonesia yang masih dirawat di fasilitas kesehatan Arab Saudi. Rinciannya: enam orang di rumah sakit Makkah, enam di Jeddah, satu di Riyadh, dan 27 lainnya di Madinah,” jelas Nasrullah, Jumat (12/7).









Ia menambahkan bahwa kondisi para jemaah tersebut terus dipantau. Bila sudah mendapat surat keterangan layak terbang (medical fit), maka mereka akan segera dipulangkan. Proses pemulangan pun akan dilakukan sesuai dengan kondisi kesehatan, baik dalam posisi duduk maupun berbaring, dan didampingi langsung oleh tim KUH Jeddah.

Nasrullah juga merinci asal embarkasi jemaah yang tengah dirawat. Mereka berasal dari berbagai daerah: satu orang masing-masing dari Embarkasi Banjarmasin (BDJ) dan Kertajati (KJT); dua orang dari Jakarta Pondok Gede (JKG), Lombok (LOP), dan Padang (PDG); tiga dari Makassar (UPG); empat dari Batam (BTH); serta lima orang dari masing-masing Embarkasi Aceh (BTJ), Palembang (PLM), Jakarta Bekasi (JKS), Solo (SOC), dan Surabaya (SUB).

“Bagi keluarga yang ingin mengetahui perkembangan kondisi jemaah, kami telah menyediakan tim penghubung di berbagai kota — baik di Madinah, Makkah, maupun Jeddah,” kata Nasrullah.

Selain tim pendamping dari KUH, Nasrullah menyebut pihaknya juga merekrut lima perawat asal Indonesia yang kini bertugas di Arab Saudi. Mereka ditugaskan untuk memantau kondisi kesehatan para jemaah secara berkala.

Berikut daftar kontak tim penghubung dan perawat yang bisa dihubungi:
• Ahmad Hasidin (Tim KUH – Madinah): +966 50 300 6176
• Hesti (Perawat – Madinah): 0535132495
• Dwi (Perawat – Madinah): 0535495392
• Misbah Baharun (Tim KUH – Makkah): +966 56 155 2687
• Fitri (Perawat – Makkah): 0534992418
• Meyka (Perawat – Makkah): 0506393462
• Azzam Mahfudz (Tim KUH – Jeddah): +62 535 161741
• Devi Kania (Perawat – Jeddah): 0538639658

Pemerintah berharap seluruh jemaah yang sedang dirawat segera pulih dan dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.