Bacatrend, Karanganyar – Upaya pencarian terhadap Yazid Ahmad Firdaus (26), pendaki asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, yang hilang di Bukit Mongkrang, terus dilakukan oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan. Hingga hari kelima pencarian, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan survivor maupun barang-barang yang dibawanya.

Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Kelas B Surakarta, Basuki, menjelaskan bahwa salah satu langkah yang ditempuh adalah mempublikasikan informasi detail mengenai pakaian dan barang yang melekat pada Yazid sebelum dinyatakan hilang. Informasi tersebut dipasang di papan pengumuman di sekitar lokasi untuk memudahkan masyarakat maupun pendaki lain dalam mengenali jika menemukan jejak.

Barang dan Identitas yang Dipublikasikan
Berdasarkan data yang dihimpun dari keluarga dan rekan Yazid, survivor diketahui membawa sejumlah barang, antara lain:

Dua soft flask hitam merek Coros









iPhone 13 Pro

Jam tangan Garmin 165 For Runner warna putih

Earphone hitam merek GT

Rokok Clasmild tersisa satu batang

Makanan ringan Fitbar dan Soyjoy

Selain itu, Yazid mengenakan pakaian serba hitam serta sepatu Hoka Speedgoat berwarna ungu saat melakukan pendakian.

Tantangan Pencarian
Basuki menambahkan, tim SAR menghadapi medan yang cukup sulit berupa hutan lebat, jalur terjal, dan cuaca tidak menentu. “Kami sudah menginformasikan barang-barang yang melekat survivor baik logistik maupun pakaian, warna baju, hingga sepatu dari hasil informasi yang digali dari keluarga maupun teman-temannya saat berada di Bukit Mongkrang,” ujarnya.

Meski berbagai metode telah ditempuh, termasuk penyisiran jalur pendakian dan perluasan area pencarian, hingga kini belum ada tanda-tanda keberadaan Yazid.

Langkah Lanjutan
Tim SAR gabungan berencana melanjutkan pencarian dengan memperluas radius penyisiran, melibatkan relawan, serta memanfaatkan teknologi seperti drone dan anjing pelacak. Publikasi detail barang bawaan Yazid diharapkan dapat membantu mempersempit area pencarian jika ada warga atau pendaki lain menemukan petunjuk di lapangan.

Kronologi

Koordinator Posko Opsar SAR Surakarta, Yohan Tri Anggoro, menjelaskan bahwa peristiwa hilangnya Yazid terjadi saat ia mendaki bersama teman-temannya pada Rabu pagi.

Mereka memulai pendakian pukul 06.30 WIB dan sampai di puncak sekitar pukul 08.00 WIB.

Namun, saat turun menuju pos tiga, Yazid terpisah dari rombongan.

Seluruh teman-temannya berhasil kembali ke basecamp, tetapi Yazid belum terlihat.

Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada petugas SAR.

“Untuk keterangan saksi, teman-teman di pos dua dan ada satu orang lagi, yang paling belakang dan menyusul di pos dua, ternyata survivor belum sampai sehingga kejadian itu dilaporkan ke petugas,” ujar Yohan.

Pencarian terus dilakukan oleh tim SAR dengan melibatkan relawan dan keluarga untuk menemukan Yazid Ahmad Firdaus.