Bacatrend, Meulaboh — Sebuah temuan mengejutkan terjadi di area pembangunan pelebaran gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien, Meulaboh.

Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat menemukan dua kantong jenazah berisi kerangka manusia yang diduga kuat merupakan korban tsunami Aceh 2004.

Penemuan ini bermula saat para pekerja konstruksi menggali tanah untuk pembangunan pondasi ruangan baru di kompleks rumah sakit. Di kedalaman tertentu, mereka menemukan dua kantong mayat berwarna kuning bertuliskan “Biddokkes Polda Sumatera Selatan”, yang berisi kerangka dalam kondisi tidak utuh.

Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, AKP Roby Afrizal, menyampaikan bahwa selain kerangka, ditemukan pula sejumlah barang yang mengarah pada identitas korban sebagai anggota Polri. Di antaranya celana PDL (pakaian dinas lapangan) Polri, sabuk dinas, dan kaos hitam bertuliskan “Polisi”.









“Dari hasil pemeriksaan awal, dugaan kuat mengarah pada korban tsunami tahun 2004. Lokasi ini dulunya merupakan area evakuasi dan penampungan jenazah, sehingga sangat mungkin ada korban yang belum teridentifikasi,” ujar Roby dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/10/2025).

Tsunami Aceh 2004 menewaskan lebih dari 170.000 jiwa di Indonesia, termasuk ratusan personel TNI-Polri yang saat itu bertugas di wilayah pesisir. RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh menjadi salah satu titik evakuasi dan penanganan jenazah pasca-bencana.

Kantong jenazah bertuliskan Biddokkes Polda Sumsel menunjukkan bahwa proses evakuasi saat itu melibatkan lintas wilayah dan instansi.

Tim forensik akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kerangka dan barang-barang yang ditemukan. Jika memungkinkan, identifikasi DNA akan dilakukan untuk memastikan identitas korban dan menghubungi pihak keluarga.