Bacatrend, Surabaya — Malam di Asem Jajar, Kelurahan Tembok Dukuh, mendadak berubah muram.

Sekitar pukul delapan malam, sebuah tragedi memecah hiruk pikuk kota—seorang perempuan tanpa identitas ditemukan tewas mengenaskan, tubuhnya tergeletak tak bernyawa di perlintasan kereta api kawasan Bubutan.

Jejak langkahnya hilang ditelan deru mesin besi yang melaju dari arah barat ke timur.

Belum ada yang tahu siapa dia. Nama, asal, bahkan sepotong identitas pun tak ditemukan. Hanya tubuhnya yang menjadi saksi bisu atas apa yang mungkin hanya butuh sekian detik kelengahan.









Dugaan sementara, ia menyeberang tanpa menyadari laju kereta yang datang dengan kecepatan tinggi. Entah pikiran yang melayang, atau mungkin langkah yang terlalu cepat mengandalkan insting.

Tim dari BPBD Kota Surabaya bersama Inafis Polrestabes segera dikerahkan malam itu. Mereka mengevakuasi jasad korban dengan hati-hati, di tengah kerumunan warga yang hanya bisa menatap bisu.

AKP Budi Winarso dari Polsek Bubutan turut angkat suara, “Diduga korban tidak fokus saat melintas, sehingga tak menyadari ada kereta yang datang dengan cepat,” ujarnya, mencoba menjelaskan peristiwa yang terlalu sunyi untuk diceritakan, tapi terlalu memilukan untuk diabaikan.

Kini, jasad perempuan itu terbujur kaku di Kamar Mayat RSUD Dr. Soetomo. Polisi tengah mengupayakan identifikasi melalui otopsi dan penyelidikan lanjutan. Tak hanya demi keadilan, tapi juga demi nama yang belum sempat disebut—agar ia tidak pergi dalam sunyi yang tak bernama.