Bacatrend, Jakarta – Pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, menegaskan bahwa timnya tidak membutuhkan keajaiban untuk membalikkan keadaan saat menghadapi Bayern Muenchen pada leg kedua perempat final Liga Champions 2026 di Allianz Arena, Kamis (16/4) dini hari WIB.

Madrid datang dengan defisit agregat 1-2 setelah kalah di leg pertama di Santiago Bernabéu, namun Arbeloa menilai performa timnya menunjukkan peluang besar untuk bangkit. “Saya tidak berpikir kami perlu melakukan keajaiban. Bila kami menang di leg pertama, itu juga tidak akan mengejutkan. Kiper mereka (Manuel Neuer) menjadi pemain terbaik, yang menunjukkan peluang yang kami miliki,” ujar Arbeloa dalam laman resmi klub, Rabu (15/4).

Pada leg pertama, Real Madrid sempat tertekan oleh dominasi Bayern, tetapi hampir menyamakan kedudukan di menit-menit akhir. Arbeloa menilai hal itu sebagai bukti bahwa timnya masih memiliki mental juara dan kepercayaan diri tinggi, modal penting untuk menghadapi tekanan di kandang lawan.

Pelatih berusia 43 tahun itu juga menekankan bahwa Real Madrid memiliki sejarah dan mentalitas kuat di kompetisi Eropa. Dengan koleksi 15 gelar Liga Champions, Los Blancos disebutnya sebagai tim yang paling siap menghadapi laga besar seperti ini. “Siapa pun yang mengenal Real Madrid tahu bahwa kemenangan di sini bukan keajaiban,” tegasnya.









Pertemuan di Allianz Arena diprediksi berlangsung sengit. Bayern, yang unggul agregat tipis, akan berusaha mempertahankan keunggulan, sementara Madrid bertekad menulis babak baru dalam kisah comeback mereka di Eropa. Arbeloa memastikan timnya akan tampil menyerang sejak awal untuk mengejar tiket ke semifinal, dengan keyakinan bahwa tradisi kemenangan dan pengalaman besar akan menjadi senjata utama Real Madrid.