Ribuan Pengemudi Ojol Gelar Demo Serentak Besok! Ini Tuntutannya
Bacatrend, Jakarta – Gelombang protes dari para pengemudi ojek online (ojol) kembali menggema. Besok, Selasa (20/5), ribuan driver ojol dari berbagai kota di Indonesia akan turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa besar-besaran.
Tak hanya demonstrasi, mereka juga akan melakukan aksi off bid massal, yakni mematikan aplikasi secara serentak selama 24 jam penuh.
Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono, mengonfirmasi bahwa aksi yang dinamai Aksi 205 ini akan melibatkan sekitar 500 ribu pengemudi ojol roda dua dan roda empat.
“Kota Jakarta akan diserbu pengemudi ojek online gabungan roda 2 dan roda 4 dalam rangka aksi unjuk rasa akbar dan reuni aspirasi Aksi Akbar 205,” ujar Igun.
Tuntutan Demo Ojol
Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran regulasi oleh perusahaan aplikator. Para pengemudi menuntut kejelasan tarif serta penghapusan potongan biaya aplikasi yang dinilai merugikan mereka.
“Kami mendukung tuntutan potongan 10% dan bahkan kami menuntut potongan platform dihapuskan,” ujar Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia, Lily Pujianti.
Selain itu, mereka juga menuntut penghapusan skema diskriminatif yang membuat orderan prioritas bagi sebagian pengemudi. “Harus ada kejelasan tarif penumpang, barang, dan makanan yang setara dan adil,” tambah Lily.
Titik Lokasi Demo
Aksi ini akan berlangsung di berbagai kota besar, termasuk Jakarta, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Manado, dan Ambon. Di Jakarta, massa akan berkumpul di Istana Merdeka, Kementerian Perhubungan, dan Gedung DPR RI. Sementara di Bandung, aksi akan dipusatkan di Gedung Sate.
Dampak Aksi Off Bid
Selain demonstrasi di jalan, aksi off bid massal juga berpotensi melumpuhkan layanan transportasi online.
“Off bid serentak akan dilakukan mulai jam 00.00 sampai jam 23.59 WIB,” ujar Igun. Dengan aksi ini, masyarakat diimbau untuk mencari alternatif transportasi guna menghindari kendala mobilitas.
Sementara itu, beberapa komunitas pengemudi ojol menyatakan tidak ikut serta dalam aksi ini. Ketua Keluarga Besar Driver Jabodetabek (KBDJ), Freddy Santoso Suherli, menegaskan bahwa pihaknya tetap akan beroperasi seperti biasa.
“KBDJ tetap on bid mencari rezeki untuk menghidupi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.
Aksi ini menjadi ujian bagi pemerintah dan perusahaan aplikator dalam menanggapi tuntutan para pengemudi ojol. Apakah suara mereka akan didengar, atau justru diabaikan? Semua akan terjawab dalam aksi besar-besaran besok.











Tinggalkan Balasan