Ribuan Polisi Pukul Mundur Massa Demo yang Anarkis Kantor Bupati Pati
Bacatrend, PATI — Aksi demonstrasi besar-besaran di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berujung ricuh. Ribuan aparat keamanan dari berbagai satuan merangsek ke barisan massa yang mulai bertindak anarkis, memaksa mereka mundur dari gerbang Kantor Bupati Pati. Polisi menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water cannon untuk mengendalikan situasi yang semakin tak terkendali.
Sebanyak 2.684 personel gabungan dari Polda Jawa Tengah dan 14 polres diterjunkan untuk mengamankan aksi yang menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya. Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara profesional dan humanis, namun tetap tegas terhadap pelaku anarkis.
“Kami mengedepankan pendekatan dialogis, tapi jika ada yang melanggar hukum, kami akan bertindak,” ujar Jaka.
Kericuhan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, ketika massa mulai melempar botol air mineral, pecahan genteng, dan bahkan sayur busuk ke arah aparat3. Dua gerbang Kantor Bupati nyaris roboh akibat dorongan massa. Polisi pun membalas dengan tembakan gas air mata dan semprotan water cannon.
Mobil Provos milik Polres Grobogan dibakar massa di sisi timur Alun-Alun Pati, api membumbung tinggi di tengah kepanikan warga.
Sejumlah warga, termasuk lansia dan anak-anak, mengalami luka akibat paparan gas air mata. Ambulans bolak-balik mengevakuasi korban dari lokasi. Beberapa aparat juga dilaporkan terluka dalam pengamanan.
Polisi menduga aksi telah disusupi oleh kelompok anarko yang memprovokasi massa untuk bertindak anarkis4. Aparat kini melakukan identifikasi terhadap pihak-pihak yang diduga memperkeruh suasana.
Meski kebijakan kenaikan PBB-P2 sebesar 250% telah dibatalkan, massa tetap menuntut Bupati Sudewo mundur. Pernyataan Sudewo yang menantang “50 ribu orang demo pun tak akan mengubah kebijakan” menjadi pemicu utama kemarahan warga.











Tinggalkan Balasan