Bacatrend, Jakarta – Aki mobil tetap bekerja meski mesin dalam keadaan mati. Komponen ini terus memasok daya untuk menjaga memori sistem seperti jam digital, pengaturan head unit, hingga alarm keamanan. Jika kendaraan dibiarkan tidak digunakan terlalu lama, cadangan listrik akan terkuras dan berujung pada mobil mogok saat distarter.

Pakar otomotif Agustono Santoso menegaskan bahwa kesalahan umum terjadi ketika pemilik mobil hanya memanaskan mesin tanpa menginjak pedal gas. Menurutnya, alternator baru akan aktif menyuplai listrik kembali ke aki jika putaran mesin mencapai minimal 2.000 rpm. Jika mobil hanya dipanaskan dalam kondisi idle, pasokan listrik ke aki tetap minim. Kondisi ini bisa semakin parah bila mobil mengalami kebocoran arus atau parasitic draw, yang membuat daya aki habis lebih cepat dari biasanya.

Untuk menjaga aki tetap awet, pemilik kendaraan disarankan memanaskan mobil sambil menekan pedal gas ringan agar rpm menyentuh angka 2.000. Mobil sebaiknya digunakan secara rutin, semua perangkat elektronik dimatikan saat parkir, dan terminal aki dijaga kebersihannya agar aliran listrik tetap optimal. Jika mobil jarang digunakan, penggunaan battery maintainer bisa membantu menjaga tegangan aki tetap stabil. Selain itu, aki sebaiknya diganti sesuai usia pakai, umumnya setiap dua hingga tiga tahun, agar tidak menunggu hingga benar-benar soak.

Tanda-tanda aki mulai melemah antara lain mesin terasa berat saat distarter, lampu utama redup, klakson tidak nyaring, dan indikator aki menyala di dashboard. Jika gejala ini muncul, segera lakukan pengecekan agar tidak berujung pada mogok mendadak.