Bacatrend, Lumajang – Di jantung Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, sebuah destinasi wisata alam perlahan menjelma menjadi magnet baru bagi para pencinta petualangan. Sarkawi Kali Kebo, yang terletak di Desa Sumberurip, kini digadang-gadang sebagai “surga tersembunyi” dengan panorama sungai jernih, hamparan hijau, dan latar megah Gunung Semeru yang seakan menatap dari kejauhan.

Tak sekadar tempat singgah, kawasan ini mulai diposisikan sebagai ikon wisata masa depan Lumajang. Area camping ground yang luas menjadikannya arena pertemuan komunitas, keluarga, hingga pecinta alam yang haus akan pengalaman berbeda. Di tepi Kali Kebo, suara gemericik air berpadu dengan semilir angin pegunungan, menciptakan atmosfer yang seolah memanggil siapa pun untuk menetap lebih lama.

“Pronojiwo bukan hanya jalur Semeru, tapi juga rumah bagi destinasi yang bisa mengubah wajah pariwisata Lumajang,” ujar Kunaim, salah satu pengelola lokal. Ia menekankan, Sarkawi Kali Kebo berpotensi menjadi pusat wisata berbasis alam dan budaya yang mampu menggerakkan ekonomi warga.

Meski fasilitas masih sederhana, daya tarik alami kawasan ini justru menjadi kekuatan utama. Tiket masuk yang terjangkau, jalur trekking ringan, hingga spot fotografi berlatar Semeru menjadikan Sarkawi Kali Kebo sebagai laboratorium wisata masa depan – tempat di mana alam, manusia, dan budaya bisa berpadu dalam harmoni.









Namun, tantangan tetap ada. Akses jalan pegunungan yang rawan longsor dan status aktivitas Semeru menuntut kesiapan mitigasi. Pemerintah daerah bersama komunitas lokal disebut tengah menyiapkan strategi agar destinasi ini tidak hanya indah, tetapi juga aman dan berkelanjutan.

Dengan segala pesonanya, Sarkawi Kali Kebo kini digadang sebagai “The Hidden Paradise of Lumajang” – sebuah destinasi yang bukan sekadar tempat berlibur, melainkan simbol kebangkitan pariwisata di lereng Semeru.