Bacatrend, Surabaya — Di tengah ragam kuliner Nusantara yang kaya rasa, sayur bening tetap menjadi pilihan sederhana namun menyehatkan. Kuahnya yang ringan, segar, dan tidak berminyak membuat hidangan ini sangat cocok disajikan sebagai menu berbuka puasa. Saat perut kosong seharian, tubuh membutuhkan makanan yang mudah dicerna, dan sayur bening hadir sebagai jawaban.

Resep tradisional sayur bening biasanya menggunakan bayam, jagung manis, dan temu kunci sebagai bumbu utama. Proses memasaknya pun singkat: air direbus bersama bawang merah, bawang putih, dan temu kunci, lalu dimasukkan jagung dan bayam hingga matang. Hasilnya adalah kuah bening dengan aroma khas yang menenangkan.

“Sayur bening bukan hanya segar, tapi juga kaya nutrisi. Bayam mengandung zat besi, sementara jagung memberi rasa manis alami,” ujar seorang ahli gizi dari Universitas Airlangga dalam wawancara media lokal.

Selain bayam, variasi sayur bening bisa menggunakan daun kelor, oyong, atau wortel. Kombinasi ini menambah warna sekaligus memperkaya kandungan vitamin. Disajikan hangat bersama nasi putih, tempe goreng, atau sambal terasi, sayur bening menjadi menu berbuka yang menyeimbangkan energi tanpa membuat perut terasa berat.









Di banyak keluarga Jawa, sayur bening bahkan menjadi menu wajib saat Ramadan. Kesederhanaannya justru menghadirkan rasa nostalgia: kuah bening yang mengepul, aroma temu kunci yang khas, dan jagung manis yang lembut di lidah.

Dengan segala kesederhanaannya, sayur bening membuktikan bahwa hidangan tradisional tetap relevan. Ia bukan sekadar pelengkap meja makan, melainkan simbol keseimbangan: ringan, sehat, dan penuh makna kebersamaan saat berbuka puasa.