Bacatrend.com, Jakarta – Siapa sangka, sayur rumahan berkuah santan ini diam-diam punya penggemar garis keras. Namanya sayur blendrang, kuliner khas Jawa Timur dan Jawa Tengah yang sering muncul tanpa undangan di meja makan saat hajatan, lebaran, atau momen-momen ngumpul keluarga. Rasanya? Gurih pedas menggigit, dengan aroma rempah yang bisa bikin kamu lupa kalau kamu sedang diet.

Blendrang bukan cuma soal rasa. Ia adalah simbol kehangatan, tradisi, dan semangkuk kenangan masa kecil. Disajikan hangat dengan nasi putih atau lontong, perpaduan jantung pisang, nangka muda, kacang panjang, dan jipang dalam kuah santan berbumbu tajam bikin tiap suapan serasa pelukan dari ibu di pagi Lebaran.

Apa Isi Panci Blendrang Itu?

Satu resep blendrang sejati biasanya mengandung:









Sayuran utama: tewel (nangka muda), jantung pisang, kacang panjang, jipang

Bumbu halus: bawang merah-putih, cabe, kemiri, kunyit, ketumbar, terasi optional

Pelengkap sakral: santan kental, daun salam, lengkuas, garam-gula secukupnya

Proses masaknya relatif sederhana, tapi butuh ketelatenan. Setelah menumis bumbu halus hingga harum, santan dimasak perlahan bersama sayur rebus, dijaga agar tidak pecah. Rasanya menyatu sempurna—gurih santan, pedas rempah, dan rasa “rumah” yang tak bisa dibeli di restoran mana pun.

Di balik santan dan rempah, blendrang menyimpan cerita. Di beberapa desa, sayur ini dibuat kolektif oleh ibu-ibu saat acara selamatan. Di tempat lain, ia disajikan bersama pecel sebagai kuliner khas warung pagi. Blendrang bukan cuma makanan, ia adalah napas budaya yang masih mengepul di dapur-dapur pedesaan.