Bacatrend, Banyuwangi — Di tengah ramainya geliat kuliner Banyuwangi yang didominasi sego tempong, rujak soto, hingga sego cawuk, ada satu hidangan rumahan yang perlahan kembali mencuri perhatian: sego jajang. Meski tidak banyak terdokumentasi dalam arsip kuliner resmi, makanan ini hidup dalam ingatan masyarakat Using sebagai sajian sederhana yang sarat rasa dan nostalgia.

Sego jajang pada dasarnya adalah nasi yang disajikan bersama “jajang”, yaitu tumisan kelapa sangrai berbumbu pedas-gurih. Jajang dibuat dari kelapa parut yang disangrai hingga kecokelatan, lalu dicampur bumbu tumbuk seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, terasi, serta tambahan ikan asin atau udang rebon. Hasilnya adalah lauk kering beraroma smoky yang tahan lama dan cocok disantap kapan saja.

Bagi sebagian warga Using, sego jajang adalah makanan masa kecil. Hidangan ini kerap disiapkan sebagai bekal ke ladang atau sekolah karena tidak mudah basi. “Dulu ibu saya selalu bikin jajang kalau kelapa lagi banyak. Aromanya itu khas sekali, gurih dan pedas,” ujar salah satu warga di Kecamatan Glagah yang masih rutin memasaknya.

Karakter rasa sego jajang mencerminkan pola kuliner Banyuwangi yang dikenal berani bumbu. Gurihnya kelapa sangrai berpadu dengan pedasnya cabai dan asin dari ikan kecil, menghasilkan sensasi yang sederhana namun memikat. Meski tampil apa adanya, hidangan ini memiliki kedalaman rasa yang membuatnya mudah dicintai.









Kini, sejumlah pegiat kuliner lokal mulai mengangkat kembali sego jajang sebagai bagian dari identitas Banyuwangi. Mereka melihat potensi hidangan ini untuk diperkenalkan kepada wisatawan, terutama karena proses pembuatannya mudah dan bahan-bahannya sangat lokal.

Cara Membuat Sego Jajang (Versi Tradisional)
Bahan jajang:

Kelapa parut sangrai

Bawang merah & bawang putih

Cabai rawit

Terasi bakar

Ikan asin kecil atau udang rebon

Garam & gula

Cara memasak:

Sangrai kelapa hingga kecokelatan.

Haluskan bawang, cabai, terasi, garam, dan gula.

Tumis bumbu hingga harum.

Masukkan ikan asin atau rebon.

Tambahkan kelapa sangrai, aduk hingga kering.

Sajikan bersama nasi hangat.

Dengan karakter rasa yang kuat dan akar budaya yang dalam, sego jajang berpotensi menjadi kuliner khas Banyuwangi berikutnya yang naik ke permukaan. Di tengah derasnya modernisasi, hidangan sederhana ini menjadi pengingat bahwa kekayaan kuliner Nusantara sering kali lahir dari dapur-dapur kecil yang penuh cerita.