Bacatrend, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung mantan rivalnya dalam Pilpres 2024, Anies Baswedan, dalam pidatonya di penutupan Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta.

Dengan gaya santai dan penuh kelakar, Prabowo menyatakan bahwa ia tidak menyimpan dendam atas penilaian rendah yang diberikan Anies dalam debat capres tahun lalu.

“Aku tuh terus terang saja lho, saya tuh enggak dendam sama Anies, enggak. Kalau dikasih nilai 11 saya enggak apa-apa tuh,” ujar Prabowo, disambut riuh dan tawa para hadirin.

Pernyataan tersebut merujuk pada momen debat capres 2024, di mana Anies memberi nilai “11 dari 100” atas kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Penilaian itu sempat menjadi sorotan publik dan media, namun Prabowo memilih meresponsnya dengan humor.









“Eh benar lho, sebenarnya dia yang bantu aku menang karena emak-emak kasian. Iya kan?” tambah Prabowo, kembali memancing gelak tawa peserta Munas.

Meski PKS tidak berada di barisan pendukung Prabowo saat Pilpres 2024, kehadiran Prabowo sebagai kepala negara dalam Munas PKS menunjukkan sikap terbuka dan rekonsiliatif. Ia juga menyinggung pentingnya persatuan nasional di tengah dinamika politik yang kerap panas.

“Kalau debat presiden ‘wewewe’ kan enggak menarik, rakyat senang lihat ramai-ramai. Tapi setelah itu kita bersatu dan kerja untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Pernyataan Prabowo dinilai sebagai bagian dari strategi komunikasi politik yang mengedepankan kedewasaan dan rekonsiliasi pasca-Pilpres. Dengan menyampaikan kritik dan sindiran secara ringan, Prabowo berusaha mencairkan suasana politik sekaligus memperkuat citra sebagai pemimpin yang tidak reaktif terhadap serangan lawan.

Munas PKS ke-VI sendiri menjadi ajang konsolidasi partai yang kini berada di luar pemerintahan, namun tetap membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk Presiden Prabowo.