Soto Kontol Pekalongan, Dari Bahan Tak Laku Jadi Kuliner Viral
Bacatrend, Pekalongan – Sebuah kuliner dengan nama nyeleneh, Soto Kontol, kembali viral di media sosial. Hidangan ini bukanlah hal baru, melainkan sudah ada sejak tahun 1980 di Kauman, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Nama tersebut diambil dari bahan utamanya, yaitu kelamin sapi jantan.
Rukiyah (73), pencetus kuliner ini, mengaku mulai berjualan karena bagian kelamin sapi tidak laku di rumah jagal. “Suami saya tukang jagal, waktu itu kelamin sapi tidak ada yang mau beli. Akhirnya saya masak jadi soto,” ujarnya.
Kuah soto ini berbumbu tauco khas Pekalongan, gurih dengan aroma fermentasi yang kuat. Potongan kelamin sapi direbus hingga empuk, lalu disajikan bersama bihun, tauge, daging sapi, dan jeroan. Rasanya gurih dengan sedikit manis, membuat banyak orang penasaran.
Meski populer, nama “kontol” dianggap terlalu vulgar sehingga belakangan lebih sering disebut Soto KTL. “Karena berkesan jorok, akhirnya disebut Soto KTL saja,” kata warga setempat.
Fenomena ini menambah daftar kuliner khas Pekalongan yang unik. Sebelumnya, kota ini dikenal dengan soto tauto, perpaduan kuliner Tiongkok dan India yang menggunakan tauco sebagai bumbu utama. Kehadiran Soto KTL memperkaya identitas kuliner daerah, sekaligus menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Meski sempat menuai kontroversi, Soto KTL mencerminkan kreativitas masyarakat lokal dalam memanfaatkan bahan yang sebelumnya terbuang. Kuliner ini bukan sekadar makanan, melainkan fenomena budaya yang memperkuat citra Pekalongan sebagai kota dengan kuliner berkarakter.












Tinggalkan Balasan