Surabaya Luncurkan SI EPID, Ekosistem Digital untuk Tata Kelola Inovasi Daerah
Bacatrend, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) resmi memperkenalkan sebuah terobosan digital bernama SI EPID (Sistem Informasi Pengembangan Inovasi Daerah). Kehadiran platform ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi Surabaya menuju World Class Smart City dengan kebijakan berbasis riset. SI EPID dirancang sebagai pusat data terintegrasi yang menghimpun seluruh gagasan inovasi dari perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, sekolah, puskesmas, hingga masyarakat umum, sehingga pengelolaan inovasi tidak lagi tersebar dan dapat dipantau secara sistematis.
Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menegaskan bahwa SI EPID hadir untuk menjawab tantangan pengelolaan data inovasi yang selama ini belum terintegrasi secara optimal. “Surabaya memiliki ribuan potensi inovasi setiap tahunnya. SI EPID hadir untuk menyatukan seluruh kepingan inovasi tersebut ke dalam satu ekosistem digital. Tujuannya agar setiap inovasi tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi dapat diukur tingkat kematangannya (maturity level) secara real-time dan direplikasi untuk kebermanfaatan warga,” ujarnya.
Platform ini dilengkapi dengan sejumlah fitur utama. Pertama, Repositori Inovasi Terpusat yang berfungsi sebagai wadah dokumentasi digital untuk proposal, uji coba, hingga implementasi inovasi, sekaligus mencegah duplikasi. Kedua, fitur Pengukuran Kematangan Mandiri (Self-Assessment) yang memungkinkan inovator melakukan evaluasi berdasarkan indikator Innovative Government Award (IGA) dari Kemendagri. Ketiga, Dasbor Monitoring dan Evaluasi yang memberi akses transparan bagi pimpinan daerah untuk memantau progres inovasi di setiap unit kerja. Keempat, Klinik Inovasi Digital yang menyediakan pendampingan serta verifikasi berjenjang demi memastikan kualitas inovasi yang dilaporkan.
Lebih dari sekadar mempermudah administrasi, SI EPID diharapkan mampu menumbuhkan budaya kompetisi sehat antarinstansi. Data yang terhimpun akan menjadi pijakan strategis bagi Pemkot Surabaya dalam mempertahankan predikat sebagai salah satu kota paling inovatif di Indonesia. Agus menekankan bahwa inovasi yang tercatat harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi di Surabaya bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan harus berdampak nyata (impactful). Melalui SI EPID, kita bisa memetakan mana inovasi yang efektif menyelesaikan masalah warga, seperti stunting atau kemiskinan, untuk kemudian kita beri dukungan lebih lanjut,” tegasnya.
BRIDA Surabaya kini mengajak seluruh perangkat daerah dan masyarakat untuk mulai memanfaatkan SI EPID sebagai sarana pengembangan inovasi. Sosialisasi teknis penggunaan aplikasi ini akan dilakukan secara bertahap ke seluruh unit kerja, sehingga setiap inovasi dapat terkelola dengan baik, terukur, dan memberi manfaat langsung bagi warga Surabaya.












Tinggalkan Balasan