Surabaya Perkuat Ekosistem Startup dan UMKM
Bacatrend, Surabaya – Gelaran Surabaya Startup Festival (SSF) 3.0 resmi dimulai di Balai Pemuda Surabaya (West Building), menandai langkah strategis Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat ekosistem startup dan pelaku UMKM. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Surabaya, Ozora Yatrapaktaja, HIPMI Womenpreneur Jawa Timur, dan JCI East Java.
Pembukaan SSF 3.0 diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Maria Theresia Ekawati Rahayu, yang menyampaikan sambutan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Dalam pidatonya, ia menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendukung pertumbuhan inovasi dan ekonomi digital.
“Surabaya Startup Festival 3.0 tahun 2026 merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya dengan PT. Mega Ozora Venture,” ujar Maria Theresia.
Ia menyebut Surabaya tengah bertransformasi menjadi kota berbasis inovasi, yang memberi ruang bagi ide-ide segar dan solusi masa depan. Menurutnya, startup adalah jawaban atas tantangan zaman, dengan potensi besar untuk menyelesaikan persoalan kota, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing bangsa.
“Startup merupakan jawaban dari tantangan zaman. Di tangan para inovator muda, teknologi mampu menyelesaikan persoalan kota, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing bangsa di tingkat global,” katanya.
Pemkot Surabaya, lanjutnya, berperan sebagai fasilitator dan mitra strategis dalam membangun ekosistem startup yang inklusif dan kolaboratif. “Saya ingin berpesan kepada seluruh founder dan talenta startup, jangan takut gagal, inovasi lahir dari keberanian mencoba,” ujar Yayuk, sapaan akrabnya.
Founder Ozora Yatrapaktaja sekaligus Ketua BANOM BPD HIPMI Jawa Timur, Margaret Srijaya, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. Ia menyoroti posisi Surabaya sebagai kota dengan jumlah startup terbanyak keempat secara nasional, setelah Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.
“Suatu kebanggaan bagi kami, baik dari penyelenggara maupun Ozora, bisa terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya,” ujar Margaret.
Ia juga mengajak para pelaku startup untuk memanfaatkan SSF 3.0 sebagai wadah pengembangan usaha, yang akan mencapai puncaknya pada Demo Day di bulan Mei 2026.
“Saya percaya di tengah situasi ekonomi dan geopolitik saat ini tidak mudah, tetapi justru teman-teman yang kreatif, yang punya ide-ide baru, yang punya daya juang tinggi, bisa mengambil kesempatan mengubah situasi dari yang sulit menjadi kesempatan untuk kita bisa loncat lebih tinggi,” katanya.
Ketua Panitia SSF 3.0, Aristia Chen, menjelaskan bahwa acara pembukaan merupakan tahap awal dari rangkaian kegiatan yang berfokus pada penguatan UMKM. SSF 3.0 kali ini mengusung pendekatan baru berupa asesmen awal terhadap UMKM untuk mengetahui kebutuhan spesifik sebelum pelatihan diberikan.
“Acara hari ini adalah tahap pertama dari rangkaian SSF 3.0. Setelah acara ini, kita akan ada tahap kedua, yaitu tentang kita mensupport para UMKM dengan pelatihan-pelatihan, skill-skill yang memang diperlukan,” jelasnya.
Melalui SSF 3.0, peserta akan mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan dan berkesempatan bertemu investor pada Demo Day dengan potensi pendanaan hingga Rp100 juta. “Jadi ini kesempatan yang menurut saya bagus banget dari Ozora, dari pemerintah kota, dari HIPMI Womenpreneur,” pungkas Aristia.












Tinggalkan Balasan