Bacatrend, Surabaya — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama kepala daerah di kawasan aglomerasi Surabaya Raya. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Gubernur Khofifah menyebut kerja sama lintas daerah ini sebagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). “Ini adalah transformasi dari problem menjadi potensi. Yang kemudian diharapkan menghadirkan lingkungan bersih, sehat dan berkelanjutan di Jatim,” ujarnya.

Kolaborasi ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional PSEL. Di kawasan Surabaya Raya, total pasokan sampah mencapai 1.100 ton per hari, terdiri dari Surabaya (600 ton), Gresik (250 ton), Sidoarjo (150 ton), dan Lamongan (100 ton). Lokasi pembangunan fasilitas baru direncanakan di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Surabaya.

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa fasilitas baru ini akan melengkapi PSEL Benowo yang sudah beroperasi dengan kapasitas 1.000 ton per hari. “Masih ada sekitar 800 ton sampah per hari yang perlu ditangani. Karena itu Pemkot Surabaya mengusulkan penambahan fasilitas pengolahan berbasis waste to energy,” katanya.









Menurut Eri, fasilitas baru ini tidak akan membebani APBD karena biaya pembangunan, studi kelayakan, dan tipping fee ditanggung pemerintah pusat. “Dengan skema itu, volume sampah yang diolah bisa optimal sekaligus memperkuat kerja sama pengelolaan lingkungan di kawasan metropolitan,” tambahnya.

Menteri LH Hanif Faisol menyebut capaian pengelolaan sampah Jawa Timur sebagai yang tertinggi secara nasional, yakni 52,7 persen, jauh di atas rata-rata nasional 24,95 persen. Ia juga menyoroti penurunan praktik open dumping di Jatim yang kini tinggal 44,7 persen. “Jawa Timur bisa menjadi barometer pengelolaan sampah di Indonesia,” tegasnya.