Bacatrend, DIY – Di tengah lanskap tandus khas Gunungkidul, Taman Bunga Nawari muncul sebagai oasis visual yang memikat. Terletak di Grogol 1, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, taman ini membentang seluas 5.000 meter persegi dan ditanami penuh oleh bunga matahari yang mekar sepanjang tahun. Hamparan kuning cerah yang membentang sejauh mata memandang menjadikan tempat ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga ruang kontemplatif yang mengajak pengunjung meresapi keindahan alam dan budaya dalam satu bingkai.

Setiap lorong di antara tanaman membentuk koridor alami untuk berfoto, dan masa mekar bunga yang mencapai dua hingga tiga bulan menjamin lanskap yang selalu segar. Di tengah ladang, panggung-panggung kecil setinggi satu hingga empat meter dibangun untuk menciptakan ilusi melayang di antara bunga. Pengunjung dapat menyewa kimono dan payung kertas seharga Rp25.000, menambah nuansa Jepang yang unik di tengah tanah Jawa. “Kami ingin menghadirkan suasana yang berbeda, tapi tetap ramah untuk semua kalangan,” ujar pengelola taman, Nawari, yang juga menanam sendiri bibit bunga matahari sejak 2018.

Fasilitas taman dirancang untuk kenyamanan pengunjung. Tersedia gazebo, kantin, toilet, tempat ibadah, dan gardu pandang. Di sudut taman, bibit bunga matahari dalam pot dijual seharga Rp30.000, memungkinkan pengunjung membawa pulang secuil keindahan. Namun, etika tetap dijaga: pengunjung dilarang memetik atau menginjak bunga, dan pelanggaran dikenai denda Rp50.000. “Kami ingin taman ini tetap lestari, bukan hanya cantik di foto,” tambah Nawari.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari antara pukul 06.00 hingga 09.00, saat bunga masih segar dan cahaya matahari lembut. Sore hari setelah pukul 16.00 juga menawarkan suasana dramatis dengan cahaya senja yang hangat. Lokasi taman mudah dijangkau dari pusat Yogyakarta, sekitar satu jam perjalanan. Pengunjung bisa naik bus jurusan Yogyakarta–Wonosari dan turun di perempatan Grogol, lalu melanjutkan dengan ojek lokal. Harga tiket masuk sangat terjangkau, hanya Rp6.000 per orang.









Taman Bunga Nawari bukan sekadar tempat selfie. Ia adalah ruang yang menggabungkan estetika, budaya, dan kenyamanan dalam satu lanskap. Di sini, bunga matahari bukan hanya objek visual, tapi juga simbol ketekunan dan harapan yang tumbuh di tanah yang keras. Sebuah pelajaran diam-diam tentang bagaimana keindahan bisa tumbuh di tempat yang tak terduga.