Taman Harmoni Keputih Siap Dibuka Awal Agustus
Bacatrend, SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya tengah mempersiapkan pembukaan kembali Taman Harmoni Keputih dengan wajah baru. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan kesiapan taman yang telah direvitalisasi menjadi ruang terbuka hijau multifungsi, menggabungkan unsur rekreasi, edukasi, dan pelestarian lingkungan.
“Alhamdulillah, hasil revitalisasi Taman Harmoni ini sangat memuaskan dan sesuai harapan. InsyaAllah akan ada penambahan di setiap zona untuk menciptakan ciri khas tersendiri, yang saat ini sedang dalam pengerjaan oleh tim,” ujar Eri saat meninjau lokasi.
Taman Harmoni dijadwalkan dibuka untuk umum pada awal Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. “Tanggal 1 atau 2 Agustus, bertepatan bulan kemerdekaan, tempat ini akan kami buka dan resmikan. Saat ini masih ada sedikit pembenahan,” tambahnya.
Eri juga menyoroti latar belakang taman yang dulunya merupakan tempat pembuangan sampah. Kini, kawasan tersebut telah bertransformasi menjadi taman tematik yang diharapkan menjadi simbol perubahan dan semangat memilah sampah di tingkat rumah tangga. “Pesan yang ingin kami sampaikan adalah, tempat ini dulunya tempat sampah, dan karena kita mau memilah sampah, kini bisa jadi taman indah seperti ini,” katanya.
Taman Harmoni akan menghadirkan berbagai zona tematik, seperti:
Zona Bermain: Dibagi berdasarkan usia anak, dilengkapi kandang kelinci dan ayam kate
Zona Korea: Menampilkan jembatan gembok cinta ala Namsan Tower
Zona Afrika dan Amerika: Menghadirkan dekorasi khas benua, termasuk rumah suku Indian dan patung koboi
Zona Edukasi dan Rekreasi: Tersedia flying fox, ATV, taman lalu lintas, dan kuda poni
Zona Bersantai: Area lesehan khusus untuk bersantap dan menikmati pemandangan2.
Pemkot Surabaya juga menetapkan kebijakan agar pengunjung tidak membawa makanan dari luar. Sebagai gantinya, tersedia tenant UMKM lokal yang menjual makanan dan menyewakan tikar. “Ini bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian UMKM lokal,” jelas Eri.
Terkait biaya masuk, Pemkot masih mempertimbangkan skema voucher senilai Rp15.000 yang dapat ditukar dengan makanan atau layanan UMKM. “Filosofi di balik biaya masuk ini adalah gotong royong. Dana yang terkumpul bukan semata-mata untuk pemkot, melainkan untuk membantu masyarakat dan menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Sebagian kecil dana akan dialokasikan untuk perawatan taman agar tidak membebani APBD. Panggung utama taman juga akan difungsikan sebagai ruang pertunjukan seni, memberi alternatif bagi komunitas kreatif di luar Taman Prestasi.
Nama Taman Harmoni tetap dipertahankan, namun akan dilengkapi dengan tagline baru yang mencerminkan nuansa tematik di dalamnya. “Kami berharap Taman Harmoni ini akan menjadi destinasi baru di Surabaya yang menawarkan suasana sejuk dan berbeda,” tutup Eri.











Tinggalkan Balasan