Bacatred, Surabaya – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Asrama Haji Surabaya. Satu per satu rombongan jamaah haji gelombang kedua tiba, membawa kisah suci dari Tanah Haram.

Hingga sore hari itu, tercatat 19.692 orang dari 52 kloter telah mendarat dengan selamat di tanah air.

Berbeda dengan gelombang pertama yang diberangkatkan melalui Makkah, seluruh jamaah dalam gelombang kedua diterbangkan dari Bandara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.

Aliran kepulangan ini menjadi bukti bahwa seluruh rangkaian ibadah haji berjalan dengan tertib dan sistematis.
Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Sugiyo, tak bisa menyembunyikan rasa lega. Wajahnya sumringah saat menyambut para tamu Allah yang kembali.









“Alhamdulillah, proses pemulangan berjalan dengan lancar. Meski masih ada beberapa jamaah yang tertinggal di Makkah, mereka dijadwalkan menuju Madinah delapan hari sebelum kepulangan,” tuturnya dengan nada optimis.

Namun di balik suka cita, terdapat kisah-kisah penuh perjuangan. Sugiyo mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih ada 12 jamaah yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit Makkah.

“Mereka tidak sendiri. Masing-masing didampingi oleh satu orang pendamping. Kami memastikan pelayanan medis terbaik tetap diberikan. Di Surabaya sendiri, dua jamaah masih dirawat di RS Haji,” imbuhnya.

Kabar duka pun tak dapat dihindari. Perjalanan ibadah yang berat di tengah cuaca ekstrem ternyata memakan korban jiwa. Total 90 jamaah haji asal Indonesia wafat sepanjang musim haji tahun ini.

“Sebanyak 82 orang meninggal di Tanah Suci, empat wafat sebelum keberangkatan, dua meninggal dalam penerbangan, dan dua lainnya berpulang setelah tiba di Surabaya,” terang Sugiyo lirih.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk mendoakan mereka yang telah mendahului.

“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah para jamaah yang wafat dan memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.