Bacatrend, Surabaya – Tiga indikator utama keberhasilan haji menjadi fokus utama Badan Penyelenggara Haji Republik Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Kepala BP Haji, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa keberhasilan haji tidak hanya diukur dari kelancaran perjalanan, tetapi juga dari aspek spiritual, ekonomi, dan peradaban.

  1. Sukses Ritual Keberhasilan haji pertama adalah dari sisi ibadah. Jemaah harus dapat menjalankan rangkaian ritual haji sesuai dengan tuntunan syariat Islam dan mendapatkan bimbingan manasik yang memadai.

“Pelaksanaan ibadah haji harus sah sesuai tuntunan syariat dan bimbingan manasik yang memadai,” jelas Irfan Yusuf.

  1. Sukses Ekosistem Ekonomi Pengelolaan dana haji juga menjadi salah satu indikator keberhasilan.

Dengan nilai pengelolaan mencapai Rp20 triliun, BP Haji memastikan transparansi dan akuntabilitas penuh, dengan pengawasan ketat dari berbagai pihak seperti KPK, Polri, Kejaksaan, dan Kementerian Keuangan.









“Dana haji dikelola dengan transparan dan akuntabel, karena diawasi langsung oleh KPK, Polri, Kejaksaan, dan Kementerian Keuangan,” tegasnya.

  1. Sukses Peradaban Dimensi terakhir adalah bagaimana ibadah haji berdampak pada karakter dan semangat kebangsaan jemaah.

Haji diharapkan tidak hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga mendorong kesadaran akan nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air.

“Haji harus memberi bekas. Dulu para ulama pulang haji lalu berjuang untuk negeri. Itu semangat peradaban yang harus kita bangun kembali,” ujar Irfan Yusuf.

Selain tiga indikator tersebut, BP Haji juga memberi perhatian khusus pada layanan bagi jemaah lansia dan disabilitas melalui program Haji Ramah Lansia dan Haji Ramah Disabilitas, serta berencana menambahkan Haji Ramah Perempuan tahun depan.

Dengan pendekatan ini, diharapkan setiap jemaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan mendapatkan pengalaman haji yang bermakna.

Melalui pengarahan kepada para Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Gus Irfan menegaskan bahwa petugas haji memiliki amanah besar untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan jemaah.

Ia berpesan agar jemaah dilayani dengan kesabaran dan keikhlasan, serta berharap seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur.

“Kami titip jemaah kepada Bapak/Ibu semua. Semoga diberikan kekuatan dan seluruh jemaah kembali dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur,” tuturnya.