Titik Rawan Mudik Di Tiga Provinsi Jawa Dipetakan
Bacatrend, Jakarta — Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah memetakan ratusan titik rawan kemacetan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan sekaligus potensi gangguan akibat faktor alam.
Di Jawa Barat, Dinas Perhubungan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional menutup 47 putaran balik (u-turn) dan hanya membuka delapan titik agar arus lebih lancar.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menegaskan, “Selain itu, menyiapkan papan informasi tambahan apabila dilakukan pengalihan arus ke Tol Cisumdawu.”
Titik rawan macet diprediksi terjadi di Simpang Jomin–Simpang Mutiara, Cikopo, Nagreg, Cileunyi, Limbangan–Malangbong, Gentong, serta kawasan wisata Puncak. Rekayasa lalu lintas berupa ganjil genap dan sistem satu arah akan diterapkan, sementara Satpol PP menertibkan parkir liar dan pedagang kaki lima.
Di Jawa Tengah, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng–DIY memetakan 46 titik rawan macet dan 23 titik rawan bencana. Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher, mengatakan, “Seluruh titik sudah kami petakan. Personel dan peralatan kami siapkan agar potensi hambatan arus mudik bisa diminimalkan.”
Jalur pantura menjadi koridor paling krusial dengan potensi kepadatan di kawasan pasar, simpang padat, dan perlintasan kereta. Titik banjir teridentifikasi di Kaligawe Semarang, Sayung Demak, Kendal, hingga Brebes, sementara titik longsor banyak ditemukan di jalur selatan seperti Ajibarang–Wangon dan Banjarnegara–Wonosobo. Sebanyak 18 Posko Lebaran disiagakan di jalur pantura, tengah, dan selatan.
Sementara di Jawa Timur, BBPJN Jatim–Bali mencatat 79 titik rawan macet, tersebar di Surabaya, Madura, Pasuruan–Malang, jalur pantura timur, hingga jalur selatan.
Kepala BBPJN Jatim–Bali, Javid Hurriyanto, menuturkan, “Penyebab rawan kemacetan ini beragam, mulai dari pasar tumpah, persimpangan, bottleneck, akses kawasan wisata, hingga perlintasan kereta api.” Di Madura, ruas Bangkalan–Sampang dan Pamekasan–Sumenep menjadi sorotan karena melewati pasar tradisional.
Di Surabaya, Bundaran Waru dan Jalan Kenjeran diprediksi padat, sementara jalur Probolinggo–Banyuwangi menjadi titik krusial bagi kendaraan menuju Bali. BBPJN menargetkan seluruh jalan nasional siap dilalui H-10 Lebaran dengan perbaikan lubang, marka, dan perataan jalan bergelombang.
Dengan pemetaan ini, pemerintah berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar dan aman. Pemudik diimbau mengatur waktu perjalanan, memanfaatkan jalur alternatif, serta memantau informasi lalu lintas secara berkala.












Tinggalkan Balasan