Tragedi Gondola di Surabaya, Satu Pekerja Tewas Tergantung, Satu Luka
Bacatrend, Surabaya – Seorang pekerja pembersih kaca gedung meninggal dunia dan rekannya mengalami luka-luka setelah gondola yang mereka gunakan terombang-ambing di ketinggian akibat cuaca ekstrem.
Insiden tersebut terjadi di Apartemen Ascott Waterplace, Jalan Pakuwon Indah Lontar Timur, Lakarsantri, Surabaya, pada Senin (2/3).
Rekaman video berdurasi 23 detik yang beredar luas memperlihatkan salah satu pekerja sempat terjatuh dari posisi aman gondola dan hanya bergantung pada tali pengaman.
Hembusan angin kencang berulang kali menghantamkan tubuhnya ke dinding gedung di tengah hujan deras, membuat suasana semakin mencekam.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya segera mengirim tim dari Pos Wiyung dan unit pusat untuk melakukan evakuasi. Gondola yang bergoyang hebat di lantai 26 menyulitkan proses penyelamatan, sementara gondola lain berhasil diturunkan hingga ke lantai dasar.
Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan bahwa terdapat dua pekerja yang terjebak. Korban selamat diketahui bernama Ribut Boediyanto (56), warga Tambak Wedi Baru, Surabaya, yang mengalami luka-luka.
Sedangkan rekannya, Eddy Suparno (51), yang juga berasal dari Tambak Wedi Baru, dinyatakan meninggal dunia.
“Kondisi cuaca ekstrem dengan angin kencang dan hujan lebat menjadi faktor utama yang membuat gondola terhenti dan berayun hebat di ketinggian,” ujarnya.












Tinggalkan Balasan