Tragedi Pakaian Hanyut, Nyawa Bocah Madura Ini Pun Melayang
Bacatrend, Sampang – Di tepian Sungai Kembang Kuning, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, tawa delapan anak mengisi pagi Minggu yang cerah. Mereka mandi, bermain, dan makan rujak bersama—ritual kecil yang biasa dilakukan anak-anak desa saat libur sekolah. Namun hari itu, tawa berubah menjadi jerit panik.
WA, bocah perempuan berusia 11 tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar, tenggelam dan ditemukan tak bernyawa setelah terbawa arus sungai. Menurut Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, peristiwa bermula ketika salah satu anak kehilangan pakaian yang hanyut terbawa arus.
“Keduanya turun lagi ke sungai untuk mengambil baju yang terhanyut air,” ujar Hozin.
WA ikut turun ke sungai bersama temannya. Namun arus yang semula tenang berubah deras. Temannya berhasil meraih tepian dan selamat, sementara WA terseret dan hilang dari pandangan. Tim gabungan BPBD dan warga menemukan jasad WA beberapa waktu kemudian, menutup pagi yang semula penuh keceriaan dengan duka mendalam.
Di desa kecil seperti Gunung Eleh, sungai bukan sekadar aliran air. Ia adalah tempat bermain, tempat belajar berenang, tempat anak-anak membentuk kenangan. Tapi sungai juga menyimpan bahaya yang tak selalu disadari. Tidak ada pagar pembatas, tidak ada papan peringatan, dan tidak ada orang dewasa yang mengawasi saat itu.
Tragedi WA menjadi pengingat pahit bahwa ruang bermain anak-anak harus aman. Bahwa sungai yang mengalir di tengah desa bukan hanya sumber kehidupan, tapi juga bisa menjadi ancaman jika tidak dijaga.
BPBD Sampang mengimbau agar anak-anak tidak bermain di sungai tanpa pengawasan. Pemerintah desa diminta memasang peringatan dan melakukan edukasi keselamatan air di sekolah-sekolah.
WA telah pergi, namun kisahnya menyisakan pelajaran penting: bahwa keselamatan anak bukan hanya tanggung jawab keluarga, tapi juga komunitas. Sungai yang menelan tawa itu kini menjadi simbol kehilangan, dan semoga juga menjadi titik awal perubahan.












Tinggalkan Balasan