Tragedi Sengatan Tawon Gung di Bantul, Lansia Meninggal Dunia Usai Diserang Koloni Lebah Hutan
Bacatrend, Bantul — Senja di Padukuhan Wirosutan, Kalurahan Srigading, Sanden, Bantul, biasanya tenang. Angin laut menyapa lembut pepohonan, dan warga bersiap menunaikan salat Maghrib.
Namun, Selasa petang (7/10), suasana berubah drastis. Jeritan dan kepanikan menggema di antara rumah-rumah sederhana, menyusul serangan mendadak dari kawanan tawon Gung—lebah hutan berukuran besar yang dikenal agresif dan mematikan.
Di tengah kekacauan itu, Walbiyah (65), seorang ibu rumah tangga yang dikenal ramah dan rajin menghadiri pengajian, menjadi korban paling parah. Ia sempat pingsan di lokasi kejadian setelah disengat puluhan kali oleh tawon yang terpicu amarah akibat sarangnya jatuh tertiup angin. Walbiyah segera dilarikan ke RSUD Saras Adyatma Bambanglipuro, namun nyawanya tak tertolong.
Apis dorsata, atau tawon Gung, bukan jenis lebah biasa. Mereka membangun sarang besar di pohon tinggi dan sangat sensitif terhadap gangguan. Sekali merasa terancam, koloni ini bisa menyerang secara massal. Sengatannya bukan hanya menyakitkan, tapi juga berisiko fatal bagi lansia atau penderita alergi.
Menurut Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, serangan terjadi setelah angin kencang merobohkan sarang tawon di halaman rumah warga. “Korban pertama, Suhartini, berhasil menyelamatkan diri. Tapi Walbiyah datang beberapa menit kemudian dan langsung diserang,” jelasnya.
Tim Damkarmat BPBD Bantul segera mengevakuasi sarang tawon dan melakukan penyemprotan di sekitar lokasi. Warga diminta lebih waspada, terutama saat musim angin dan hujan, ketika sarang tawon rentan jatuh.
Pemerintah daerah juga tengah menyusun program edukasi mitigasi satwa liar, termasuk pelatihan penanganan darurat sengatan lebah dan ular. “Kami ingin warga tahu cara bertindak cepat dan aman,” ujar salah satu petugas BPBD.
Bagi warga Wirosutan, Walbiyah bukan sekadar korban. Ia adalah sosok yang selalu menyapa dengan senyum, rajin membantu tetangga, dan tak pernah absen dari kegiatan RT. “Beliau orang baik. Kami sangat kehilangan,” kata Suhartini, yang masih syok dengan kejadian itu.











Tinggalkan Balasan