Bacatrend, KALBAR — Warga Dusun Sungai Durian, Desa Nanga Menterap, Kecamatan Sekadau Hulu, digemparkan oleh kemunculan seekor ular piton raksasa yang telah menelan seekor sapi hidup-hidup. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 19 Oktober 2025, dan langsung menyebar luas setelah video penanganannya beredar sehari kemudian.

Dalam rekaman yang diterima redaksi, tampak sejumlah warga menarik tubuh ular dengan tali dari semak-semak area perkebunan sawit. Perut ular membesar tak wajar—menyimpan tubuh sapi dewasa yang baru saja dimangsanya. “Ular piton memangsa sapi. Kompak nariknya,” ujar salah satu warga dalam video.

Ular tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 8 meter, menjadikannya salah satu piton terbesar yang pernah ditemukan di wilayah Sekadau. Setelah berhasil ditarik ke tempat lapang, warga memutuskan untuk membelah tubuh ular tersebut. Di dalamnya, seekor sapi yang sudah mati ditemukan dalam kondisi utuh.

Fenomena ini bukan yang pertama. Di berbagai wilayah Indonesia, ular piton kerap memangsa hewan ternak seperti kambing, ayam, bahkan sapi. Namun, insiden di Sekadau ini menyoroti dua hal penting: perluasan habitat ular akibat deforestasi, dan minimnya sistem pengamanan ternak di area perkebunan.









Menurut ahli herpetologi, ular piton jenis ini (kemungkinan Python reticulatus) mampu menelan mangsa seberat 50–60% dari bobot tubuhnya. Proses menelan bisa berlangsung hingga satu jam, dan ular akan berdiam selama berhari-hari untuk mencerna mangsa. Dalam kasus Sekadau, sapi yang ditelan kemungkinan sedang merumput bebas di area terbuka, tanpa pagar atau pengawasan.