Unik, Ada Buaya Maunya Cuma Makan Kerupuk!
Bacatrend, Bangka – Fenomena unik terjadi di Sungai Mancung, Bangka, di mana sejumlah buaya berukuran besar terbiasa memakan kerupuk. Kebiasaan ini disebut sudah berlangsung sejak awal 2000-an, ketika pedagang kerupuk di Desa Mancung kerap membuang stok rusak ke sungai. Limbah tersebut kemudian menjadi santapan buaya dan membentuk pola perilaku yang bertahan hingga kini.
Kepala Desa Mancung, Herlizon, menjelaskan bahwa kebiasaan buaya memakan kerupuk sudah teruji. Warga pernah melemparkan daging ayam ke sungai, namun buaya tidak tertarik. Sebaliknya, ketika kerupuk dilemparkan, buaya langsung menyambarnya.
“Kalau dikatakan makan kerupuk, sudah kami uji dengan cara melempar ayam, buaya tidak mau makan sama sekali. Tetapi waktu kami lempar kerupuk, malah diterkam,” ujarnya dikutip dari Bangkapos.com.
Menurut Herlizon, terdapat sekitar tiga ekor buaya di Sungai Mancung dengan ukuran 3 hingga 5 meter. Mereka biasanya muncul saat kondisi air sungai pasang menuju surut. Meski sering terlihat, buaya-buaya tersebut tidak pernah mengganggu aktivitas masyarakat maupun nelayan yang mencari udang dan ikan di sungai.
Keberadaan buaya pemakan kerupuk ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Banyak warga dari desa lain datang untuk menyaksikan fenomena tersebut dengan membawa kerupuk sebagai umpan. “Kondisi ini juga menjadi daya tarik sendiri, banyak desa lain sengaja datang ke sini hanya untuk melihat buaya,” kata Herlizon.
Nelayan setempat, Yudi (50), mengaku sudah terbiasa bertemu buaya saat beraktivitas di sungai. Ia menilai keberadaan satwa tersebut unik dan tidak menimbulkan rasa takut. “Kami melihat hampir setiap hari, ketika lewat sini pasti berhenti, untuk melihat buaya sambil memberikan makan kerupuk tersebut, tidak takut, sudah biasa dan tidak mengganggu,” ujarnya.
Pemerintah desa berharap masyarakat menjaga keberadaan buaya di Sungai Mancung dengan tidak mengganggu atau menyakiti satwa tersebut. Selain sebagai bagian dari ekosistem, buaya pemakan kerupuk kini menjadi atraksi lokal yang menarik perhatian banyak orang.











Tinggalkan Balasan