Bacatrend, SEMARANG – Agenda serah terima jabatan (sertijab) pengurus baru DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang berubah menjadi kericuhan pada Minggu (11/1/2026).

Acara yang digelar di sebuah hotel di Jalan Gajah Raya itu awalnya berlangsung kondusif, namun memanas setelah sejumlah kader menyatakan mosi tidak percaya terhadap penunjukan Melly Pangestu sebagai Sekretaris DPD PSI Kota Semarang. Hal ini pun beredar luas melalui video yang viral di media sosial (Medsos).

Dalam video yang viral di media sosial, tampak spanduk bertuliskan “Mosi Tidak Percaya DPD PSI Kota Semarang” terpampang di depan hotel. Suasana di dalam aula pun berubah tegang. Sejumlah pengurus, kader, dan simpatisan dari 13 DPC PSI se-Kota Semarang terlibat aksi saling bentak, bahkan diduga sempat melempar kursi. Ketegangan meningkat ketika sebagian peserta mencoba keluar ruangan, namun dihalangi oleh panitia yang meminta mereka tetap mengikuti forum. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan.

Setelah insiden tersebut, para peserta yang keluar ruangan menyuarakan penolakan secara terbuka. “Kami Ketua DPC se-Kota Semarang, dari 13 DPC, menyatakan mosi tidak percaya terhadap SK terbaru yang dikeluarkan oleh DPP,” ujar mereka secara kompak di depan hotel.









Penolakan terhadap Melly Pangestu disebut bukan tanpa alasan. Sejumlah kader menilai figur tersebut tidak merepresentasikan aspirasi akar rumput PSI Semarang dan memiliki rekam jejak konflik internal. Ketua DPC PSI Semarang Utara, Hanif Nafila Rozak, menegaskan bahwa penolakan bukan ditujukan kepada Ketua DPD Bangkit Mahanantiyo, melainkan terhadap penunjukan Sekretaris yang dinilai dipaksakan.

Menanggapi kericuhan tersebut, Ketua DPD PSI Kota Semarang Bangkit Mahanantiyo menyebut dinamika yang terjadi sebagai bagian dari proses pendewasaan politik. “Partai yang ingin menjadi besar ibarat pohon yang makin tinggi akan makin banyak diterpa angin. Jadi, dinamika dalam dunia politik bagi kami merupakan hal yang biasa,” ujarnya.

Kericuhan ini menjadi sorotan publik dan ujian serius bagi PSI dalam menjaga soliditas internal. DPP PSI diharapkan segera melakukan evaluasi dan mediasi terbuka untuk meredam konflik serta menjaga kepercayaan kader di tingkat daerah.