Wapres Gibran Diusulkan Ngantor di IKN, Siapa Ikut?
Bacatrend, Jakarta – Usulan mengejutkan datang dari Partai NasDem yang menyarankan agar Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN). Wacana ini langsung mengundang perbincangan hangat di kalangan publik, pengamat politik, hingga para elite pemerintahan.
Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, mengatakan bahwa penempatan Gibran di IKN akan menjadi simbol kuat dari komitmen pemerintah terhadap percepatan pembangunan ibu kota baru tersebut.
Menurutnya, kehadiran fisik seorang pemimpin negara di wilayah pembangunan strategis bisa mempercepat birokrasi dan menjaga konsistensi arah pembangunan.
“Akan sangat baik jika Wapres terpilih, Mas Gibran, bisa ngantor di IKN. Ini bisa menjadi simbol kuat bahwa pemindahan ibu kota bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi agenda strategis negara,” ujar Willy pada wartawan.
Makna Simbolis & Strategis
Dalam politik, simbol tak pernah sekadar simbol. Usulan agar Gibran berkantor di IKN juga dibaca sebagai langkah strategis. Selain mempertegas keberpihakan pada proyek IKN yang selama ini menjadi warisan pemerintahan Presiden Jokowi, kehadiran Gibran di sana juga dinilai dapat memuluskan jalur koordinasi pusat-daerah serta memberi rasa kehadiran negara di Kalimantan Timur.
Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Suko Widodo, menilai langkah ini sebagai strategi memperkuat legitimasi politik Gibran di tengah dinamika nasional.
“Gibran sebagai wakil presiden muda, jika ditempatkan di IKN, akan menghadirkan citra sebagai pemimpin progresif yang siap membangun dari pinggiran. Ini bisa jadi positioning politik jangka panjang,” jelas Suko.
Antara Realita dan Tantangan
Namun, wacana ini tentu tak lepas dari tantangan. Infrastruktur pemerintahan di IKN masih dalam proses pembangunan. Belum ada fasilitas lengkap untuk menjalankan roda pemerintahan secara efektif dari sana. Selain itu, pemindahan kantor wapres juga harus melalui proses regulasi dan penganggaran yang tak singkat.
Beberapa pihak pun mempertanyakan urgensi dari usulan tersebut, mengingat fungsi wapres secara administratif dan politis selama ini sangat bergantung pada koordinasi dengan presiden serta kementerian yang masih terpusat di Jakarta.
Namun bagi NasDem, ini adalah tentang memberi contoh. Gibran, dengan wajah muda dan energi barunya, dinilai cocok menjadi pionir di ibu kota baru—menjadi magnet dan penggerak awal ekosistem pemerintahan dan investasi di IKN.











Tinggalkan Balasan