Bacatrend, Jakarta — PDI Perjuangan (PDIP) tengah bersiap menggelar Kongres VI, meski entah kapan, forum permusyawaratan tertinggi partai yang akan menentukan arah politik dan kepemimpinan untuk lima tahun ke depan.

Kongres ini sempat dijadwalkan berlangsung pada 2024, namun ditunda akibat padatnya agenda politik nasional, termasuk Pemilu dan Pilkada serentak.

Hingga awal Juli, belum diumumkan secara resmi waktu dan lokasi pelaksanaan. Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyampaikan bahwa kongres akan digelar usai Lebaran tahun ini.

“Sekarang kan masih dalam masa puasa… setelah itu baru kami akan melaksanakan rapat untuk memutuskan kapan dilaksanakan kongres,” ujarnya di Kompleks Parlemen pada 11 Maret 2025.









Agenda utama yang akan dibahas meliputi evaluasi kepemimpinan DPP periode 2019–2024, perumusan program partai, penyesuaian AD/ART, serta penetapan Ketua Umum periode 2025–2030. Ketua DPP Ahmad Basarah menyatakan bahwa kongres ini akan menjadi momentum penting untuk memantapkan organisasi dan menyukseskan agenda nasional.

Isu yang paling menjadi sorotan adalah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri. Dalam Rakernas V beberapa waktu lalu, seluruh DPD PDIP dari berbagai provinsi menyerukan agar Megawati kembali menjabat. Namun, Megawati belum memberikan kepastian.

Sementara itu, wacana suksesi mulai menguat. Nama-nama seperti Puan Maharani, Prananda Prabowo, Ganjar Pranowo, hingga Basuki Tjahaja Purnama mulai beredar sebagai figur-figur yang disebut-sebut potensial. Pengamat politik Heru Subagia menilai, “Kongres ini adalah momentum penting untuk menunjukkan keberanian melakukan revolusi kepemimpinan… apakah PDIP berani membuka peluang bagi kader di luar trah keluarga?”

Dinamika internal juga tidak bisa diabaikan. Isu dualisme, pemecatan kader, hingga spanduk liar yang menyerang kepemimpinan Megawati menjadi indikator bahwa konsolidasi belum sepenuhnya tuntas. Ketua Umum Gerakan Pemuda Marhaenis bahkan menyebut Megawati sebagai “jangkar kapal NKRI,” menandakan pentingnya posisi sang ketua umum dalam menjaga stabilitas internal partai.

PDIP berupaya menampilkan diri sebagai partai yang tetap solid di tengah tekanan eksternal dan gelombang regenerasi. Namun, pertanyaan besar masih menggantung: apakah Kongres VI ini akan mempertegas status quo, atau justru membuka jalan bagi kepemimpinan baru di tubuh partai berlambang banteng tersebut?