Abu Nawas dan Raja yang Kehilangan Bayangan
CeritaNgeTrend – Suatu hari, Raja Harun Al-Rasyid bangun pagi-pagi dan merasa ada yang aneh. Ia berdiri di halaman istana, menatap tanah, lalu berteriak:
“Pengawal! Bayanganku hilang!”
Para pengawal panik. Mereka mencari ke kolong meja, di balik tirai, bahkan di dalam kendi air. Tapi bayangan sang raja tetap tak ditemukan.
Raja pun memanggil Abu Nawas.
“Abu Nawas, bayanganku lenyap! Ini pasti ulah sihir atau konspirasi! Aku minta kau temukan bayanganku sebelum matahari tenggelam!”
Abu Nawas mengangguk tenang. Ia lalu membawa satu cermin besar, satu payung, dan seekor kambing.
Raja bingung. “Apa hubungannya kambing dengan bayanganku?”
“Tenang, Tuanku. Ini kambing sakti. Ia bisa mencium jejak bayangan yang hilang.”
Abu Nawas lalu membuka payung, berdiri di bawahnya, dan berkata, “Lihat, bayangan saya juga hilang. Artinya, bayangan Anda tidak hilang—hanya sedang berteduh!”
Raja terdiam. Ia menatap langit yang mendung.
“Jadi… bayanganku tidak dicuri?”
“Tidak, Tuanku. Ia hanya mogok kerja karena cuaca mendung. Bayangan juga butuh sinar matahari dan cuti tahunan.”
Raja pun tertawa terbahak-bahak. Ia memberi Abu Nawas hadiah seekor unta dan satu karung kurma.
“Kau memang gila, Abu Nawas. Tapi lucunya, logikamu kadang lebih waras dari penasihat istana!”











Tinggalkan Balasan