Bacatrend – Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter yang mengguncang Myanmar pada hari Jumat (28/03) telah menyebabkan kerusakan parah dan hilangnya nyawa. Hingga hari Sabtu (29/03), jumlah korban tewas di Myanmar telah mencapai 1.644 orang, menurut laporan dari pemerintah militer. Bencana ini juga berdampak pada negara tetangga, Thailand, di mana sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas.

Pusat gempa yang berlokasi dekat Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur, termasuk bandara, jembatan, dan jalan raya. Kondisi ini diperparah oleh konflik internal yang telah berlangsung lama di negara tersebut, yang telah melemahkan ekonomi dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.

Mengutip kantor berita Reuters, upaya penyelamatan sedang berlangsung di kedua negara, dengan tim penyelamat berjuang untuk menemukan korban yang terjebak di bawah reruntuhan. Di Mandalay, warga terpaksa menggunakan tangan kosong untuk mencari korban karena kurangnya peralatan berat. Di Bangkok, fokus utama adalah pada runtuhnya menara 33 lantai, di mana puluhan pekerja, termasuk warga Myanmar, masih hilang.

Pemerintah Myanmar, yang sebelumnya meminta bantuan internasional, telah menerima respons dari berbagai negara dan organisasi. Bantuan kemanusiaan mulai berdatangan, termasuk dari Tiongkok, India, Rusia, Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat. ASEAN dan Korea Selatan juga telah menjanjikan dukungan finansial dan logistik.









Namun, upaya penyelamatan menghadapi tantangan besar. Kerusakan infrastruktur yang luas, terutama penutupan bandara internasional di Naypyitaw dan Mandalay, menghambat distribusi bantuan. Selain itu, kondisi keamanan yang tidak stabil di beberapa wilayah Myanmar mempersulit akses bagi tim penyelamat.

Di Bangkok, upaya penyelamatan terus dilakukan dengan menggunakan berbagai peralatan canggih, termasuk ekskavator, drone, dan anjing pelacak. Pihak berwenang Thailand berkomitmen untuk mengerahkan semua sumber daya yang tersedia untuk menemukan korban selamat dan mengevakuasi jenazah.

Masyarakat internasional terus memantau situasi dan memberikan dukungan untuk membantu Myanmar dan Thailand mengatasi dampak bencana ini. Perkiraan dari Dinas Geologi Amerika Serikat menunjukkan bahwa jumlah korban tewas di Myanmar dapat melebihi 10.000 orang, dan kerugian ekonomi dapat melampaui hasil ekonomi tahunan negara tersebut.