Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter yang terjadi di wilayah Mandalay, Myanmar, pada Jumat sore, tidak berdampak pada Indonesia.

Getaran kuat gempa yang berasal dari Myanmar itu terasa hingga Bangkok, Thailand, dan mengakibatkan kerusakan bangunan.

Mengutip Kantor Berita Antara, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Jumat, menginformasikan berdasarkan sistem monitoring nasional, gempa terjadi pada pukul 13.20 WIB.

Episentrumnya berada pada koordinat 21.76° LU dan 95.83° BT, pada kedalaman 10 kilometer, imbuhnya.









Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut tergolong gempa dangkal dan dipicu oleh aktivitas Sesar Besar Sagaing yang memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip).

Dampak gempa tersebut terasa kuat di Kota Mandalay, Myanmar, dan beberapa wilayah di Thailand. Laporan awal dari otoritas Bangkok menyebutkan, gempa tersebut mengakibatkan 43 orang terluka dan satu orang meninggal dunia akibat tertimpa bangunan runtuh.

Hingga pukul 15.28 WIB, BMKG mencatat telah terjadi tiga kali gempa susulan dengan gempa terbesar berkekuatan 6,6 SR dan terkecil berkekuatan 4,6 SR. Namun, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan tidak berdampak ke Indonesia.

“Gempa bumi 7,6 SR di Myanmar juga tidak berdampak pada kegempaan di wilayah Indonesia,” kata Daryono.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan informasi yang belum dapat diverifikasi kebenarannya.

Daryono mengatakan, akibat fenomena periode getaran yang panjang tersebut, Bangkok mengalami kerusakan yang cukup parah meski lokasinya jauh dari episentrum gempa.

Menurutnya, tanah lunak memperkuat gelombang gempa yang datang dari sumber yang jauh. Selain itu, pengaruh gempa jarak jauh terhadap endapan tanah lunak yang tebal di Bangkok dapat menimbulkan efek resonansi yang mengancam gedung-gedung tinggi.

Ia mengatakan fenomena serupa pernah terjadi pada tahun 1985 saat gempa besar berkekuatan 8,1 skala Richter melanda pesisir Michoacan. Meski pusat gempa berada 350 kilometer dari Kota Meksiko, kota itu mengalami kerusakan parah.

“Sebagian besar dari 9.500 korban tewas itu terjadi di Kota Meksiko yang dibangun di atas rawa-rawa reklamasi,” ungkapnya.