Bacatrend, Myanmar – Gempa bumi yang melanda Myanmar telah memicu krisis kemanusiaan yang parah. Militer Myanmar dilaporkan menembaki konvoi Palang Merah China yang membawa bantuan ke daerah yang dilanda gempa. Insiden ini terjadi di Kotapraja Naung Cho, Negara Bagian Shan, pada Selasa (1/4) malam.

Menurut Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA), konvoi tersebut telah memberi tahu junta militer tentang rute dan rencana pengiriman bantuan. Namun, junta militer Myanmar membenarkan serangan tersebut dan mengklaim bahwa tidak ada korban luka.

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi telah mencapai 2.719 orang, dengan 4.521 orang luka-luka dan 441 orang masih hilang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merilis permohonan mendesak untuk bantuan sebesar US$8 juta.

Militer Myanmar terus melakukan serangan, meskipun Aliansi Tiga Persaudaraan telah mengumumkan gencatan senjata sepihak selama sebulan. Panglima Militer Myanmar, Min Aung Hlaing, menolak gencatan senjata tersebut dan menuduh kelompok pemberontak dapat mengeksploitasi gencatan senjata.









Bantuan internasional telah mulai masuk ke Myanmar, dengan negara-negara seperti Indonesia, China, dan India mengirimkan tim SAR dan bantuan kemanusiaan. Namun, kekurangan peralatan dan infrastruktur telah menghambat upaya penyelamatan.