Mentan Sebut Cadangan Beras Nasional Cetak Rekor Baru, PDB Pertanian Naik 5,7 Persen
Bacatrend, Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan sektor pertanian Indonesia tengah menunjukkan tren positif di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah, kata dia, berhasil mencatat lonjakan stok beras nasional hingga mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini dilaporkan telah menyentuh 5,3 juta ton dan diproyeksikan bertambah menjadi sekitar 5,5 juta ton pada akhir Mei. Jumlah tersebut jauh melampaui rekor stok beras nasional pada masa-masa sebelumnya.
Tak hanya soal stok pangan, Amran juga menyinggung peningkatan kesejahteraan petani. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) kini berada di level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade terakhir.
Di sisi lain, kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional disebut mengalami kenaikan tajam. Amran menjelaskan, saat awal transisi pemerintahan menuju era Presiden Prabowo, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian masih berada di kisaran 0,67 persen. Kini, pertumbuhannya melonjak menjadi 5,7 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi sektor pertanian dalam 25 tahun terakhir.
Untuk memastikan validitas data produksi beras, Kementerian Pertanian mengacu pada catatan sejumlah lembaga nasional dan internasional. Produksi beras Indonesia disebut berada di angka 34,6 juta ton, sehingga menghasilkan surplus sekitar 4 juta ton.
“Produksi kita tercatat mencapai 34,6 juta ton, yang berarti kita mengalami surplus sebesar 4 juta ton. Ini bukan sekadar klaim dari Kementerian Pertanian, melainkan data yang disepakati oleh lembaga-lembaga dunia,” ujar Amran saat menghadiri Dialog Swasembada Pangan di Gudang Bulog Romokalisasri, Surabaya, Rabu (13/5).
Ia menyebut data tersebut sejalan dengan catatan BPS dan United States Department of Agriculture (USDA) yang sama-sama mencatat produksi beras Indonesia sebesar 34,6 juta ton. Sementara itu, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memperkirakan produksi nasional dapat mencapai 36 juta ton.
Amran juga mengaitkan capaian saat ini dengan sejarah swasembada pangan Indonesia pada era Presiden Soeharto tahun 1984. Pada masa itu, Indonesia memperoleh penghargaan FAO dengan stok beras Bulog tertinggi sekitar 2,6 juta ton.
Kini, lanjutnya, jumlah stok beras pemerintah telah melampaui capaian tersebut dengan total mencapai 5,3 juta ton. Pemerintah Indonesia juga disebut menerima dua penghargaan tertinggi dari FAO sebagai bentuk apresiasi terhadap kebijakan ketahanan pangan nasional.













Tinggalkan Balasan