Bacatrend, Solo – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), mengungkapkan bahwa dirinya masih mempertimbangkan kemungkinan untuk maju sebagai calon Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dalam pernyataannya, Jokowi menegaskan bahwa ia masih melakukan kalkulasi sebelum mengambil keputusan.

“Ya masih dalam kalkulasi. Jangan sampai kalau nanti misalnya saya ikut, saya kalah,” ujar Jokowi di Solo, Rabu (14/5).

Meskipun peluang tersebut terbuka, Jokowi mengaku belum mendaftar sebagai calon Ketua Umum PSI.









Ia menyebut bahwa masih ada waktu untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya. “Belum (mendaftar). Kan masih panjang, seingat saya masih Juni atau Juli,” tambahnya.

Menariknya, jika Jokowi benar-benar maju sebagai calon Ketua Umum PSI, ia berpotensi berhadapan langsung dengan putra bungsunya, Kaesang Pangarep, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSI.

Namun, Jokowi tampak percaya diri bahwa kehadirannya dalam pemilihan bisa memengaruhi dinamika pencalonan.

“Ya nggak tahu (bersaing dengan Kaesang). Kalau saya mendaftar, mungkin yang lain nggak mendaftar, mungkin,” ujarnya.

PSI sendiri telah membuka pendaftaran untuk posisi Ketua Umum, dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon.

Wakil Ketua PSI, Andy Budiman, menyebut bahwa Jokowi bisa ikut serta jika memenuhi syarat yang ditetapkan partai, termasuk mendapatkan dukungan dari minimal lima Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 20 Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Pemilihan Ketua Umum PSI nantinya akan dilakukan melalui sistem e-voting, yang memungkinkan seluruh anggota partai untuk memberikan suara secara langsung. Jokowi pun mengapresiasi sistem ini sebagai langkah yang baik dalam membangun partai yang lebih demokratis.

“Ya bagus, saya kira ini memang apa era digital ini kalau misalnya pemilihan ketua dengan e-voting melibatkan seluruh anggota, artinya ada kepemilikan terhadap partai itu betul-betul di seluruh anggota. Saya kira bagus,” pungkasnya.

Dengan masih adanya waktu sebelum pemilihan berlangsung, publik kini menantikan apakah Jokowi benar-benar akan maju sebagai calon Ketua Umum PSI atau tetap menjadi mentor bagi partai yang dipimpin oleh putranya.