PNM Perkuat Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Lewat PKU Akbar di Surabaya
Bacatrend, Surabaya – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan pendekatan berbeda dibanding lembaga keuangan lain dengan menempatkan pemberdayaan sebagai fondasi sebelum pembiayaan diberikan.
Strategi ini memastikan nasabah memperoleh pendampingan menyeluruh, bahkan sejak belum memiliki usaha, hingga mampu mengelola bisnis secara mandiri dan berkelanjutan.
Bagi PNM, pemberdayaan perempuan prasejahtera bukan hanya bagian dari program sosial, tetapi menjadi ciri utama layanan yang mereka tawarkan. Komitmen tersebut diwujudkan secara konsisten melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang rutin digelar di berbagai daerah.
Kegiatan PKU Akbar terbaru berlangsung di Surabaya dengan melibatkan sekitar 500 nasabah dan pada kesempatan tertentu mampu menjangkau ribuan peserta. Pelaksanaan program ini didukung jaringan PNM Cabang Surabaya yang mencakup 166 kantor unit, terdiri dari 14 unit ULaMM dan 152 unit Mekaar di tujuh kabupaten/kota serta 128 kecamatan.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan literasi keuangan, cara membuat laporan keuangan sederhana, serta beragam keterampilan praktis untuk menunjang usaha. Seluruh materi diberikan tanpa biaya agar nasabah dapat langsung mengaplikasikannya dalam pengembangan bisnis masing-masing.
Rangkaian PKU Akbar diawali dengan sesi coaching clinic yang interaktif bersama Pendamping Usaha Mikro dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur. Peserta memperoleh pemahaman terkait legalitas usaha sekaligus kesempatan berkonsultasi langsung mengenai pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.
Selain itu, kelas praktik seperti cooking dan handycraft turut dihadirkan untuk meningkatkan keterampilan produksi.
“Dulu saya hanya fokus jualan tanpa tahu cara mengurus izin atau menghitung untung-rugi dengan benar. Dari PKU Akbar, saya jadi lebih paham dan percaya diri mengembangkan usaha,” ujar salah satu peserta pemilik usaha Nastar Semanggi (NAGI).
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pendampingan merupakan inti dari model bisnis perseroan.
“Kami percaya pembiayaan akan jauh lebih berdampak jika didahului dan disertai pendampingan yang konsisten. Fokus kami pada pemberdayaan perempuan prasejahtera menjadikan PNM hadir bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi sebagai mitra tumbuh masyarakat dalam berusaha. Melalui PKU Akbar, nasabah tidak hanya belajar dari para ahli, tetapi juga dari sesama pelaku usaha yang telah lebih dulu berkembang. Inilah ekosistem belajar yang membuat mereka lebih siap naik kelas,” jelas Dodot.
Kegiatan ini juga diperkaya melalui talkshow yang menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tidak hanya itu, bazaar yang melibatkan 20 UMKM binaan turut digelar sebagai ajang promosi sekaligus memperluas jejaring pasar bagi para pelaku usaha.










Tinggalkan Balasan