25 Siswa SMATAG Tembus SNBP 2026, Ini Strategi Belajar dan Manajemen Waktunya
Bacatrend, Surabaya – Sebanyak 25 siswa SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Capaian ini diraih melalui proses panjang yang menuntut strategi belajar, kerja keras, dan konsistensi akademik sejak awal masa sekolah.
Salah satu siswa yang lolos, Dina Fitriana, diterima di program studi Manajemen Perkantoran Digital Universitas Airlangga. Ia mengaku telah mempersiapkan diri sejak kelas X, meski saat itu belum memiliki gambaran pasti terkait jurusan yang akan dipilih. “Sejak awal SMA saya sudah punya target. Saya tidak lolos SMA negeri, jadi ingin membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya bisa tembus perguruan tinggi negeri top,” ujar Dina saat ditemui, Minggu (13/4/2026).
Perjalanan Dina tidak selalu berjalan mulus. Saat kelas X, ia sempat mengalami penurunan nilai akibat sakit tifus. Kondisi tersebut membuatnya khawatir tidak masuk dalam kuota siswa eligible SNBP. Namun, situasi itu justru menjadi titik balik. Memasuki kelas XI, Dina mulai fokus menjaga nilai rapor dengan target rata-rata 90, bahkan meningkat hingga 95 di kelas XII.
Di luar akademik, Dina aktif berorganisasi. Ia pernah menjabat sebagai bendahara OSIS dan menjadi ketua dalam kegiatan Pramuka. Untuk menjaga keseimbangan, ia menerapkan manajemen waktu yang disiplin. “Kalau ada tugas bersamaan dengan kegiatan organisasi, biasanya saya membawa tugas itu ke kegiatan agar tetap bisa diselesaikan,” ujarnya.
Dina pun berpesan kepada adik kelas untuk mulai menetapkan target sejak dini dan menjaga disiplin. “Jangan sering bolos, pasang target, dan kelola waktu dengan baik. Ikut organisasi boleh, tapi jangan sampai mengorbankan akademik,” tuturnya.
Kisah serupa juga dialami Muhammad Kevin Maulana, siswa kelas XII-2 yang diterima di program studi Sistem Informasi Universitas Airlangga. Ia menyebut persiapannya dimulai sejak kelas X dengan fokus menjaga stabilitas nilai rapor agar tetap masuk dalam kuota eligible.
Kevin juga melakukan analisis matang sebelum menentukan jurusan, mulai dari nilai rapor, mata pelajaran pendukung, minat pribadi, hingga peluang diterima. “Saya memilih Sistem Informasi karena bidang ini menggabungkan teknologi dan manajemen bisnis. Tidak hanya mempelajari teknologi, tetapi juga bagaimana sistem digunakan untuk mendukung kebutuhan organisasi,” kata Kevin.
Dalam perjalanannya, Kevin menghadapi tantangan menjaga kestabilan nilai di tengah keaktifannya mengikuti berbagai lomba. Ia mengaku sempat mengalami penurunan nilai di beberapa mata pelajaran, namun hal itu dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki metode belajar.
Baik Dina maupun Kevin menilai peran guru sangat penting dalam perjalanan mereka. Guru dinilai tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memberikan arahan, motivasi, serta strategi dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Kevin mengingatkan pentingnya konsistensi serta mengenali minat sejak dini. “Persiapkan sejak awal dengan menjaga nilai rapor, perbanyak pengalaman melalui lomba, dan kenali minat diri agar bisa memilih jurusan yang tepat,” ujarnya.
Keberhasilan 25 siswa SMATAG Surabaya dalam SNBP 2026 menjadi bukti bahwa kerja keras, manajemen waktu, dan strategi yang tepat dapat membuka jalan menuju perguruan tinggi impian.











Tinggalkan Balasan