Bacatrend, Surabaya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Surabaya. Monika Aveline Jasmine, siswi kelas XI-3 SMATAG Surabaya, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Surabaya pada cabang monolog.

Dalam kompetisi yang digelar pada 30 April 2026 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya tersebut, Aveline tampil memukau lewat monolog berjudul Aliran DOA dan DOSA. Penampilannya mengangkat isu ketidakadilan sosial dan kerusakan lingkungan yang dikemas secara kuat dan emosional. FLS3N sendiri merupakan ajang seni tahunan bergengsi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan untuk mengasah bakat dan kreativitas siswa di berbagai bidang, mulai dari tari, musik, teater, seni rupa, hingga sastra.

Dalam pementasannya, Aveline memerankan tokoh Nyai Ronggeng yang merepresentasikan penderitaan para kuli di masa kolonial. Tak hanya menyoroti penindasan masa lalu, monolog tersebut juga mengangkat realitas kekinian, yakni kerusakan lingkungan akibat ulah manusia, khususnya di Sungai Kalimas. Secara simbolis, monolog tersebut menggambarkan “dosa” masa lalu berupa penindasan manusia dan “dosa” masa kini berupa perusakan alam yang terus mengalir layaknya sungai.

Menariknya, ajang ini menjadi pengalaman pertama Aveline di bidang seni peran, mengingat sebelumnya ia lebih aktif di dunia tari. Ia pun mengaku sempat ragu saat pertama kali ditunjuk sebagai perwakilan sekolah. “Lebih ke plot twist sih, awalnya saya sempat ragu karena selama ini hanya menekuni bidang tari. Tapi setelah dipikir-pikir, kapan lagi mencoba hal baru,” ujarnya, senin (11/5).









Selama dua minggu, Aveline menjalani latihan intensif bersama guru pendamping dan pelatih khusus. Ia dilatih mendalami karakter, mengolah emosi, mengatur intonasi suara, teknik pernapasan, hingga olah tubuh sebagai unsur penting dalam monolog.

Ia juga mengaku cukup terkejut dengan tingkat kesulitan latihan yang dijalani. “Monolog itu bukan sekadar menghafal dialog, tapi juga butuh penghayatan emosi, pengolahan tubuh, serta pengaturan suara secara maksimal,” ungkapnya.

Melalui tahap seleksi video, Aveline berhasil menembus 10 besar dan melaju ke babak final yang digelar secara langsung. Pada tahap tersebut, ia kembali menunjukkan performa terbaik hingga akhirnya meraih posisi kedua.

Selain monolog, SMATAG Surabaya juga mengirimkan perwakilan di berbagai cabang lomba lain seperti vokal solo, band, dan puisi. Partisipasi ini menjadi bentuk komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan potensi seni siswa.

Meski berhasil meraih prestasi, Aveline mengaku awalnya hanya ingin mencari pengalaman. Bahkan, ia sempat berharap tidak lolos ke tahap berikutnya karena harus menjalani latihan yang lebih berat. “Harapan saya ke depannya semoga saya bisa lebih percaya diri dengan kemampuan yang saya miliki dan terus mengasah kemampuan tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, guru pendamping Maharani Dhinda Ganes Wahyuningtyas, S.Pd., menyebut keberhasilan ini menjadi bukti bahwa keberanian mencoba hal baru dapat membuahkan hasil positif. “Awalnya memang hanya coba-coba mengikuti lomba ini, tetapi ternyata saya tidak salah memilih siswa. Aveline memiliki pemahaman yang baik sehingga proses latihannya bisa berjalan lebih cepat meskipun persiapannya hanya dua minggu,” ujarnya.

Ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri dan tidak mudah menyerah dalam meraih prestasi.